Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Kenapa Pendaki Tetap Butuh Jas Hujan Meski Cuaca Gunung Cerah

Kota Mataram
4 min read
Alasan Kenapa Pendaki Tetap Butuh Jas Hujan Meski Cuaca Gunung Cerah
ilustrasi seorang pendaki yang menggunakan jas hujan (pexels.com/Alexander Buzurnyuk)
  • Jas hujan wajib dibawa pendaki karena cuaca gunung dapat berubah cepat dari cerah menjadi hujan atau ekstrem, sehingga perlindungan bisa langsung digunakan.
  • Selain menahan hujan, jas hujan membantu melindungi tubuh dari angin dingin di area terbuka dan mengurangi risiko hipotermia, tetapi perlu dilepas setelah badai reda.
  • Jas hujan memberi perlindungan tambahan bagi carrier dan pakaian ganti dari kebocoran air, sekaligus membantu menghadapi kabut basah di ketinggian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jas hujan adalah barang berharga yang wajib dibawa oleh setiap pendaki dalam perjalanan mendakinya. Berbagai jenis jas hujan juga menjadi pilihan yang bervariasi, mulai dari jas hujan plastik yang murah dan ringkas hingga jas hujan ponco yang mudah untuk dipakai ketika hujan deras datang secara tiba-tiba. Bobotnya yang ringan membuat para pendaki tidak memiliki beban tambahan yang memberati tas carrier mereka.

Kenapa sih pendaki tetap diwajibkan untuk membawa jas hujan walaupun kondisi gunung sedang cerah? Alasannya akan kamu temukan pada artikel kali ini yang membahas kenapa jas hujan menjadi barang wajib yang harus dibawa pendaki dalam kondisi apa pun. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

  1. 1. Antisipasi cuaca buruk di gunung yang tidak bisa diduga

    ilustrasi seorang pria menggunakan jas hujan
    ilustrasi seorang pria menggunakan jas hujan (pexels.com/Bella Ardanty)

    Satu hal yang sering terjadi adalah adanya perbedaan cuaca saat kamu berada di kaki gunung dengan saat berada di ketinggian tertentu. Dari awal pendakian mungkin kamu berpikir bahwa cuaca cerah akan terus bertahan lama, namun cuaca ekstrem bahkan bisa datang tiba-tiba di tengah perjalanan mendaki kamu. Langit biru yang awalnya cerah bisa berubah cepat menjadi gumpalan awan mendung yang siap menurunkan hujan.

    Ketika kondisi cuaca buruk itu datang padamu, jelas kamu membutuhkan langkah cepat untuk mengantisipasinya. Dengan selalu sedia jas hujan, kamu bisa dengan mudah mengambil dari tas carrier dan memakainya untuk melindungi diri dari hujan deras. Secara tidak langsung ini akan menurunkan rasa cemas atau takut kamu akan cuaca di gunung yang cepat sekali berubah.

  2. 2. Menjaga suhu tubuh dari angin kencang agar tidak terkena hipotermia

    ilustrasi dua orang pasangan yang menggunakan jas hujan
    ilustrasi dua orang pasangan yang menggunakan jas hujan (pexels.com/Tony Frost)

    Selain curah hujan tinggi yang sangat dingin, nyatanya badai angin di gunung tak kalah menyiksa para pendaki. Semakin kamu berada di titik yang lebih tinggi di gunung, vegetasi semakin terbuka lebar yang membuat kamu lebih intens terkena dinginnya udara di gunung yang jauh terasa lebih kencang. Dengan memakai jas hujan, tubuh kamu bisa sangat terlindungi dalam kondisi darurat seperti ini.

    Hampir semua bahan jas hujan seperti jas hujan plastik atau jas hujan ponco berbahan tebal memiliki sifat yang sama, yaitu kedap udara. Tentu saja ini berguna untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat dari terjangan badai angin, bahkan bisa mengurangi risiko terjadinya hipotermia. Tapi, hal ini bisa berbalik berbahaya jika kamu tidak melepas jas hujan secepat mungkin setelah badai reda karena keringat tubuh akan terjebak dan justru membasahi dirimu. Sebaiknya, pakai jas hujan saat kondisi badai angin yang memang membuat tubuh kamu tidak kuat menahan dinginnya.

  3. 3. Melindungi seluruh baju ganti yang ada di dalam tas carrier

    ilustrasi tas carrier
    ilustrasi tas carrier (pexels.com/Avinash Patel)

    Seluruh barang yang ada di dalam tas carrier adalah kunci keselamatan yang berharga. Barang-barang tersebut jelas harus dijaga dari segala bentuk ancaman, salah satunya adalah air hujan yang bisa saja masuk dan membasahi seluruh isi dari tas carrier tersebut. Biasanya, ada trash bag sebagai pelindung utama isi dari tas carrier tersebut, lalu dilapisi oleh raincover agar semakin aman.

    Meskipun sudah terbilang aman, bisa saja air hujan tetap masuk jika ternyata ada beberapa bagian dari raincover atau trash bag yang robek. Dengan menggunakan jas hujan, itu akan memberikan perlindungan ekstra terhadap seluruh barang yang kamu bawa dalam tas carrier.

  4. 4. Menerjang kabut basah

    ilustrasi seorang pendaki yang menggunakan jas hujan
    ilustrasi seorang pendaki yang menggunakan jas hujan (pexels.com/Alexander Buzurnyuk)

    Ketika kamu berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, kamu akan menemukan fenomena yang unik. Suhu yang semakin dingin biasanya membentuk proses terjadinya embun pagi (kondensasi). Embun pagi tersebut biasanya dikombinasikan dengan awan di puncak gunung yang akhirnya menciptakan fenomena yang biasa disebut dengan kabut basah pekat. Kejadian ini biasanya akan kamu temukan di pagi hari atau ketika ada perubahan cuaca.

    Saat kamu nekat mencoba melewati kabut basah tersebut tanpa adanya pelindung kedap air, pakaian tebal, tas carrier, dan beberapa bagian tubuh kamu akan lembap dan basah secara perlahan. Jas hujan adalah pilihan yang pas untuk solusi ini. Pasalnya, jas hujan saja mampu menahan deras hujan, apalagi kabut basah yang isinya juga air.

    Jas hujan bukanlah barang opsional yang harus dibawa pada kondisi tertentu, melainkan barang bawaan wajib yang akan selalu berguna pada banyak kondisi. Dengan mengetahui empat alasan yang dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu kenapa pendaki diwajibkan membawa jas hujan walaupun di tengah cuaca cerah di gunung, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles