Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Fakta Unik Gili Trawangan, Mutiara Kepulauan di Utara NTB
ilustrasi gili trawangan(Unsplash/Danny de Groot)

Gili Trawangan adalah pulau terbesar dari tiga Kepulauan Gili, terletak di lepas pantai barat laut Lombok. Pulau ini merupakan tempat populer yang dikenal dengan pantainya dan lautnya yang jernih. Nama "Gili" sendiri berarti "pulau" dalam bahasa setempat. Karena itu, banyak pulau kecil di sekitar Lombok juga memiliki kata "Gili" dalam namanya.

Gili Trawangan terkenal dengan kehidupan malamnya yang meriah dan pesta-pesta pantainya. Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana yang menyenangkan dan aktif. Namun, pulau ini juga menawarkan pantai-pantai yang indah, perairan yang jernih, dan banyak kegiatan santai di luar kehidupan malamnya. Yuk, simak fakta unik tentang Gili Trawangan berikut ini, guys!

1. Pertama kali dihuni pada era 1970-an

Potret berenang di Gili Trawangan (unsplash.com/@uberscubagili)

Gili Trawangan masih memiliki beberapa peninggalan dari Perang Dunia II. Peninggalan ini terkait dengan kamp tawanan perang yang dibangun oleh pasukan Jepang. FINNS Beach Club menyebutkan bahwa pulau ini pertama kali dihuni pada tahun 1970-an oleh para mantan tawanan perang. Mereka diminta untuk mengembangkan dan merawat perkebunan di sana.

Program penanaman pohon tidak mencapai banyak keberhasilan. Akibatnya, pulau itu tidak berkembang pesat melalui pertanian. Pariwisata yang disponsori Pemerintah Indonesia membuahkan hasil pada tahun 1980-an dan membawa peluang baru. Sejak itu, Gili Trawangan tetap berpenghuni dan menjadi tujuan wisata populer.

2. Tidak ada kendaraan bermotor

Pantai Gili Trawangan (pexels.com/timv924)

Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil dengan luas sekitar 6 kilometer persegi. Karena ukurannya yang kecil, kendaraan bermotor tidak diizinkan. Orang-orang biasanya bepergian dengan sepeda atau berjalan kaki. Cara-cara sederhana untuk berkeliling ini membantu menjaga pulau tetap tenang dan bersih.

Tír na nÓg Gili Trawangan menambahkan bahwa berjalan kaki mengelilingi Gili Trawangan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Pulau ini kecil, sehingga mudah dijelajahi. Bersepeda mengelilingi pulau membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Kedua pilihan tersebut memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan pulau dengan santai.

3. "Ibu kota" penyu dunia

Aktivitas Snorkeling di Gili Trawangan (pexels.com/Richard Segal)

Penyu laut sering terlihat di perairan sekitar Gili Trawangan. Banyak pengunjung memiliki peluang bagus untuk melihatnya saat snorkeling atau menyelam. Pulau ini dikenal dengan kehidupan laut yang kaya dan airnya yang jernih. Hal ini menjadikan Gili Trawangan salah satu tempat terbaik untuk mengamati penyu laut di habitat alaminya.

Penyu hijau dan sisik adalah daya tarik utama satwa liar di Gili Trawangan. Kedua spesies ini hidup di perairan jernih di sekitar pulau. Pengunjung sering melihat penyu-penyu ini saat menyelam permukaan. Keberadaan mereka menjadikan Gili Trawangan sebagai destinasi populer untuk wisata bahari.

4. Kaya akan kehidupan malam

Ilustrasi bangunan yang menjorok ke laut di Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Banyak turis Eropa mengunjungi Gili Trawangan untuk menikmati kehidupan malamnya. Pulau ini memiliki banyak bar, klub pantai, dan acara malam hari. Baik pengunjung maupun pemilik bisnis lokal membantu menciptakan suasana meriah setelah matahari terbenam. Kehidupan malam yang semarak ini telah menjadi salah satu daya tarik utama Gili Trawangan.

Meskipun Gili Trawangan dikenal dengan pesta-pesta meriahnya, banyak yang juga terlibat dalam kegiatan positif. Mereka sering mendukung bisnis lokal, pariwisata, dan proyek-proyek komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa pulau bukan hanya tentang kehidupan malam dan hiburan. Kombinasi kehidupan sosial dan keterlibatan komunitas menciptakan suasana yang lebih ramah.

5. Tidak masalah jika tidak memakai alas kaki

Kawasan konservasi Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Berjalan tanpa alas kaki adalah hal biasa di Gili Trawangan karena banyak jalan yang berpasir dan mudah dilalui. Selama musim hujan, beberapa jalan mungkin tergenang air setelah hujan deras. Karena alasan ini, sepatu terkadang bisa rusak atau hilang. Banyak penduduk dan pengunjung memilih untuk berjalan tanpa alas kaki atau mengenakan sandal sederhana saat menjelajahi pulau.

Banyak orang langsung pergi dari pantai ke restoran tanpa mengenakan sepatu di Gili Trawangan. Ini juga memudahkan para penyelam yang sering berpindah antara laut dan fasilitas terdekat. Suasana santai pulau ini menjadikan berjalan tanpa alas kaki sebagai bagian normal dari kehidupan sehari-hari.

6. Lebih murah dibandingkan Bali

Pesona Gili Trawangan (pexels.com/Padli Pradana)

Gili Trawangan seringkali lebih terjangkau daripada Bali bagi banyak kalangan. Biaya aktivitas dan akomodasi umumnya lebih rendah. Biaya transportasi juga minimal karena pulau tidak memiliki kendaraan bermotor. Kebanyakan orang berjalan kaki atau menyewa sepeda untuk berkeliling.

Makanan dan minuman di Gili Trawangan sering kali lebih mahal daripada di daratan utama. Sebagian besar perbekalan harus diangkut dengan perahu, yang meningkatkan biaya. Pengunjung mungkin menghemat uang untuk akomodasi dan transportasi, tetapi makan sehari-hari bisa lebih mahal. Menghabiskan banyak waktu di bar pantai juga dapat membuat perjalanan lebih mahal daripada tinggal di Bali.

Gili Trawangan menonjol karena fitur-fitur uniknya, seperti jalanan bebas kendaraan bermotor, kekayaan kehidupan laut, dan pemandangan alam yang indah. Fakta-fakta ini membantu pengunjung memahami mengapa pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Lombok.

Referensi:

  • https://finnsbeachclub.com/guides/gili-trawangan-the-ultimate-guide-to-gili-t-and-what-to-do-there/

  • https://www.tirnanogbar.com/post/10-strange-sights-only-on-gili-trawangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article