Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Unik Desa Sade, Warisan Hidup Masyarakat Suku Sasak

4 Fakta Unik Desa Sade, Warisan Hidup Masyarakat Suku Sasak
desa sade (IDN Times/alfan budiarto)
Share Article

Desa Wisata Budaya Sade terletak di Kecamatan Pujut, Lombok Selatan. Desa ini telah melestarikan tradisinya selama sekitar 15 generasi. Terlepas dari perubahan modern, masyarakat Sasak setempat terus melindungi warisan budaya mereka. Dalam bahasa Sasak, kata sade berarti obat atau kesadaran.

Budaya masyarakat Sasak di Desa Sade sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam. Urusan komunitas, termasuk pernikahan, ditangani sesuai dengan adat istiadat setempat dan ajaran agama. Kegiatan-kegiatan ini biasanya berlangsung di masjid atau Baruga Sekenam, yang terletak di dekat pintu masuk. Yuk, simak fakta unik tentang Desa Sade berikut ini, guys!

1. Setiap bangunannya adalah rumah

ilustrasi desa sade
ilustrasi desa sade (Unsplash/Kevin Charit )

Rumah-rumah di Desa Sade adalah rumah sungguhan tempat orang-orang tinggal setiap hari. Tidak digunakan sebagai museum atau bangunan pajangan, tambah Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia. Sekitar 750 penduduk tinggal di desa tersebut. Sebagian besar dari mereka berasal dari garis keturunan keluarga dan memiliki nenek moyang yang sama.

Salah satu ciri unik rumah di Desa Sade adalah lantainya. Penduduk secara teratur melapisi lantai dengan kotoran kerbau atau sapi sebagai bagian dari praktik tradisional. Metode ini membantu menjaga lantai tetap bersih dari debu dan membuatnya lebih kuat. Selain itu, metode ini juga membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

2. Rumah-rumahnya memiliki berbagai fungsi

Warga Desa Sade yang ada di Lombok. (IDN Times/Sunariyah)
Warga Desa Sade yang ada di Lombok. (IDN Times/Sunariyah)

Rumah-rumah di Desa Sade dibangun dalam beberapa tipe, seperti Bale Bonter, Bale Kodong, dan Bale Tani. Setiap tipe memiliki tujuan yang berbeda berdasarkan fungsinya. Bale Bonter digunakan sebagai rumah bagi pemimpin atau pejabat desa, lapor Authentic Indonesia. Selain itu, menjadi tempat pertemuan adat dan upacara tradisional.

Bale Kodong adalah jenis rumah yang digunakan oleh warga lanjut usia. Rumah ini juga disediakan untuk pasangan yang baru menikah yang belum memiliki rumah sendiri. Jenis rumah lainnya adalah Bale Tani. Rumah ini umumnya ditempati oleh penduduk desa yang bekerja sebagai petani.

3. Tahan gempa bumi

salah satu rumah warga Desa Sade (pixabay.com/Tivistar)
salah satu rumah warga Desa Sade (pixabay.com/Tivistar)

Desa Sade memiliki sekitar 150 rumah tradisional. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan bahan dan desain yang sederhana. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sedangkan atapnya ditutupi dengan alang-alang kering. Lantainya terbuat dari campuran tanah liat dan sekam padi.

Rumah-rumah di Desa Sade dirancang untuk tahan gempa. Konstruksi tradisionalnya membuat rumah-rumah tersebut kuat dan tahan lama. Gempa bumi besar pernah melanda daerah ini beberapa tahun yang lalu. Bahkan setelah bencana, banyak rumah yang tetap berdiri dan dalam kondisi baik.

4. Kaya akan tradisi kain tenun

Desa Sade di Lombok. (Dok. Pribadi/Yerin Shin)
Desa Sade di Lombok. (Dok. Pribadi/Yerin Shin)

Di Desa Sade, perempuan diharapkan mempelajari cara menenun. Menenun merupakan bagian penting dari budaya dan kehidupan sehari-hari desa tersebut. Banyak perempuan bekerja sebagai penenun dan menghasilkan kain tradisional. Keterampilan ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Banyak toko yang menjual kain tenun dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju Desa Sade. Kain-kain ini dibuat dan dijual oleh penduduk setempat. Tenun merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga di desa tersebut. Pengunjung sering membeli tekstil tradisional ini sebagai suvenir dan produk budaya.

Desa Sade adalah desa budaya yang melestarikan tradisi dan warisan masyarakat Sasak melalui rumah-rumah, tenun, dan adat istiadatnya. Terlepas dari pengaruh kehidupan modern, masyarakat terus melindungi budayanya, menjadikan desa ini sebagai destinasi budaya penting di Lombok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest Travel NTB

Jadwal dan Harga Tiket Kapal Lombok-Banyuwangi Selasa 14 Juli 2026

14 Jul 2026, 08:11 WIBTravel