Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Misteri Atlantis: Kota yang Hilang di Bawah Laut, Benarkah?

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik/Magical and fantasy landscape)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik/Magical and fantasy landscape)

Selama berabad-abad, nama Atlantis telah menjadi simbol misteri, keajaiban, dan kemegahan yang hilang. Dikisahkan oleh filsuf Yunani kuno Plato, Atlantis adalah sebuah peradaban maju yang tenggelam dalam waktu satu malam akibat bencana besar. Kisah ini memicu rasa penasaran tak hanya di kalangan peneliti dan arkeolog, tetapi juga para penulis, pembuat film, hingga pemburu misteri. Apakah Atlantis benar-benar ada, atau sekadar alegori yang diciptakan untuk menyampaikan pesan moral?

Meski banyak ilmuwan skeptis, pencarian Atlantis tetap menjadi obsesi yang tak pernah pudar. Menariknya, di berbagai belahan dunia ditemukan sisa-sisa kota bawah laut yang memicu spekulasi, apakah ini bukti keberadaan Atlantis atau hanya kebetulan sejarah? Dari laut Mediterania hingga pesisir Jepang, ada banyak "versi" Atlantis yang menyimpan kisah dan misteri tersendiri.

Berikut ulasan misteri Atlantis, benarkah ini kota yang hilang di bawah laut? dan bagaimana versi-versinya di dunia nyata?

1. Atlantis dalam legenda Plato

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik/Magical and fantasy landscape)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik/Magical and fantasy landscape)

Kisah Atlantis pertama kali muncul dalam dialog Plato, "Timaeus" dan "Critias", yang ditulis sekitar 360 SM. Menurut Plato, Atlantis adalah kerajaan besar yang makmur dan berteknologi maju, namun tenggelam akibat murka para dewa. Ia menggambarkan kota ini memiliki arsitektur lingkaran konsentris dengan kanal air yang mengelilinginya, sebuah visi yang memukau imajinasi pembaca hingga kini.

Namun, sebagian akademisi berpendapat bahwa Plato mungkin menggunakan kisah ini sebagai metafora untuk menggambarkan kesombongan peradaban manusia dan kejatuhan yang tak terelakkan. Dengan kata lain, Atlantis mungkin hanyalah sebuah pelajaran moral yang dibungkus dalam kisah epik. Meski begitu, detail geografis yang disajikan Plato tetap menimbulkan pertanyaan, bagaimana ia bisa menggambarkan sebuah tempat yang begitu spesifik jika itu hanya fiksi?

2. Yonaguni, Jepang: piramida bawah laut yang mengejutkan

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/Julien Goettelmann)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/Julien Goettelmann)

Di lepas pantai pulau Yonaguni, Jepang, terdapat struktur batu raksasa yang menyerupai piramida dan tangga raksasa. Ditemukan pada tahun 1986 oleh seorang penyelam lokal, formasi ini memicu perdebatan panjang: apakah ini karya alam atau hasil peradaban kuno yang hilang? Bentuknya terlalu simetris untuk dianggap sepenuhnya alami, namun belum ada bukti arkeologis kuat yang memastikan asal-usulnya.

Beberapa peneliti menduga bahwa situs ini berasal dari zaman es terakhir, ketika permukaan laut lebih rendah. Jika benar, itu berarti ada peradaban maju di Asia Timur jauh sebelum sejarah resmi mencatatnya. Penyelam yang mengunjungi Yonaguni sering menggambarkan pengalaman itu seperti memasuki gerbang menuju dunia purba yang terkubur di bawah ombak.

3. Kota Heracleion dan Canopus, Mesir: Atlantis di sungai Nil

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Freepik)

Sebelum tahun 2000, kota kuno Heracleion dan Canopus hanya dikenal dari teks kuno. Namun penemuan mengejutkan di lepas pantai Alexandria mengungkapkan reruntuhan yang tenggelam ribuan tahun lalu. Patung-patung raksasa, kuil megah, dan artefak emas ditemukan terkubur dalam lumpur, memberikan gambaran tentang kemegahan kota-kota ini sebelum bencana menghantam.

Para ahli meyakini bahwa banjir besar dan gempa bumi menyebabkan kota-kota ini runtuh dan hilang di bawah laut. Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa kota megah memang bisa lenyap dalam sekejap, mirip dengan kisah Atlantis. Bedanya, Heracleion dan Canopus kini dapat dipelajari langsung, memberikan pelajaran berharga tentang rapuhnya peradaban.

4. Shicheng, Cina: kota yang "tidur" di dasar danau

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/征宇 郑)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/征宇 郑)

Dikenal sebagai "Kota Singa", Shicheng di Provinsi Zhejiang, Cina, tenggelam pada tahun 1959 akibat pembangunan bendungan dan pembentukan danau Qiandao. Meski penyebabnya berbeda dari kisah Atlantis, pemandangan Shicheng di bawah air tetap memukau. Arsitektur kuno Tiongkok yang masih utuh, dari gerbang batu hingga ukiran naga, kini menjadi surga bagi penyelam.

Menariknya, air danau yang tenang membantu melestarikan struktur kota ini, seakan waktu berhenti di bawah permukaan. Bagi sebagian orang, Shicheng adalah bukti bahwa kota tenggelam bukan sekadar legenda kuno, melainkan realitas yang bisa terjadi kapan saja.

5. Apakah Atlantis akan ditemukan?

Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/Harvey Clements)
Misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut. (Pexels/Harvey Clements)

Pertanyaan ini terus menghantui peneliti hingga kini. Setiap penemuan kota bawah laut selalu menghidupkan kembali harapan bahwa Atlantis mungkin nyata. Namun, tanpa bukti arkeologis yang tegas, Atlantis tetap berada di wilayah antara sejarah dan mitos.

Yang jelas, kisah Atlantis dan "versi-versi" nyatanya di dunia mengingatkan kita bahwa peradaban, sekuat apa pun, tetap rentan terhadap kekuatan alam. Laut menyimpan rahasia yang belum terungkap, dan mungkin, suatu hari nanti, ombak akan mengembalikan cerita yang telah hilang selama ribuan tahun.

Demikian ulasan misteri Atlantis, kota yang hilang di bawah laut dan versi-versinya di dunia nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us