5 Fakta Unik Rinjani, Gunung Berapi Tertinggi Kedua di Indonesia

Rinjani memiliki ketinggian 3.726 meter dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Ketinggiannya hanya lebih rendah dari Gunung Kerinci dan menonjol di Pulau Lombok. Di dalam kalderanya yang besar terdapat danau kawah bernama Segara Anak, yang memiliki mata air panas alami. Letusan masa lalunya juga membentuk gunung baru bernama Barujari.
Taman Nasional Gunung Rinjani meliputi Gunung Rinjani dan pegunungan di sekitarnya. Mencakup sekitar 41.000 hektar di dalam area utamanya. Terdapat juga sekitar 66.000 hektare hutan lindung di luarnya untuk membantu menjaga kelestarian alam. Yuk, simak fakta unik tentang Gunung Rinjani berikut ini, guys!
1. Letusan pertamanya terjadi pada tahun 1847

Letusan tertua Gunung Rinjani yang diketahui tercatat pada tahun 1847, ujar Rinjani National Park. Sebelum waktu itu, daerah tersebut sangat terpencil, sehingga hanya ada sedikit catatan. Terdapat periode aktivitas yang kuat pada tahun 1990-an. Aktivitas ini membantu menumbuhkan kerucut kawah baru yang disebut Gunung Barujari.
Rinjani meletus tiga kali lagi pada tahun 2010. Abu Barujari menyebabkan beberapa kerusakan tanaman. Lava mengalir ke danau kaldera dan meningkatkan suhu menjadi 35 derajat Celsius. Letusan tidak secara langsung membahayakan desa-desa di dekatnya, meskipun beberapa bagian gunung ditutup untuk alasan keamanan pada waktu-waktu tertentu.
2. Pendakian menuju puncaknya termasuk di antara yang tersulit di Asia Tenggara

Pemandangan dari puncak Gunung Rinjani benar-benar menakjubkan. Pendakiannya bisa sulit dan curam di beberapa bagian. Cuaca di jalur pendakian dapat berubah dengan cepat, menambah tantangan. Meskipun demikian, memberikan petualangan yang kuat dan bermanfaat bagi mereka yang mencobanya.
Pendakian terakhir menuju puncak Gunung Rinjani sering dimulai sekitar pukul 02.00, lapor Jungle Inn Bukit Lawang. Para pendaki bergerak di atas bebatuan lepas dalam udara yang sangat dingin selama bagian ini. Jalurnya bisa sulit, tetapi akan membangun kekuatan dan fokus. Pada akhirnya, kegembiraan mencapai puncak dan melihat matahari terbit membuat semua usaha terasa sepadan.
3. Pertama kali didaki oleh seorang ahli botani Belanda

Pendakian pertama Gunung Rinjani tercatat pada tahun 1847 oleh Elbert W. Veth. Ia adalah seorang ilmuwan Belanda yang mempelajari tumbuhan dan alam. Selama era kolonial, Gunung Rinjani menarik minat banyak peneliti. Mereka datang untuk mempelajari tentang gunung berapi, tumbuhan, dan bentuk lahannya.
Sejak saat itu, Gunung Rinjani telah berkembang menjadi tempat petualangan unggulan. Orang-orang dari berbagai negara datang untuk menjelajahinya. Gunung ini menawarkan kekayaan alam yang menarik. Memberikan perjalanan yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi mereka yang mencari petualangan.
4. Bernilai spiritual bagi orang Sasak dan Bali

Bagi masyarakat Sasak dan Bali, Gunung Rinjani adalah tempat suci. Mereka percaya bahwa roh-roh tinggal di sana. Adapun Danau Segara Anak dianggap suci. Banyak orang mengunjungi untuk berdoa dan berziarah.
Setiap tahun, sebuah ritual yang disebut Mulang Pekelem, diadakan di Segara Anak. Upacara ini dipimpin oleh para pengikut Hindu Bali. Orang-orang membawa hadiah sederhana dan meletakkannya di danau. Tindakan ini dilakukan untuk menghormati dan menenangkan roh Gunung Rinjani.
5. Berperan penting dalam pertanian lokal

Tanah di sekitar Gunung Rinjani sangat subur dan baik untuk pertanian. Terbentuk oleh banyak letusan selama kurun waktu yang lama. Para petani di Lombok menggunakan lahan ini untuk menanam tanaman seperti padi, kopi, dan sayuran segar. Tanah yang subur ini membantu mereka menghasilkan panen yang sehat dan melimpah.
Gunung Rinjani juga menyediakan banyak sumber air bersih bagi daerah tersebut. Mata air dan sungainya mengalir menuruni gunung sepanjang tahun. Masyarakat menggunakannya untuk pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Sumber-sumber ini membantu menopang kehidupan dan menjaga lahan tetap hijau dan sehat.
Gunung Rinjani bukan hanya tinggi, tetapi juga kaya akan alam dan budaya. Keindahan, sejarah panjang, dan peran dalam kehidupan sehari-hari menjadikannya istimewa.
















