Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Namun Muzihir menyatakan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa berkaitan dengan isu nasional akan disampaikan ke pemerintah pusat. Sedangkan tuntutan yang berkaitan dengan isu lokal akan disampaikan ke Pemprov NTB.
Dia berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa itu dalam rapat paripurna DPRD NTB. Mahasiswa juga akan diundang mendengarkan penyampaian tuntutan tersebut dalam rapat paripurna.
"Kami sebagai wakil rakyat NTB tetap menyampaikan tuntutan-tuntutan mahasiswa, nanti kami akan menyampaikan ke DPR RI dan pemerintah pusat," kata dia.
Setelah itu, Muzihir meninggalkan massa aksi masuk ke dalam kantor Sekretariat DPRD NTB. Sementara itu, sejumlah pimpinan organisasi mahasiswa langsung membuat lingkaran membahas langkah-langkah yang akan dilakukan berikutnya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa mengatakan ada dua klaster isu yang menjadi tuntutan mahasiswa, yaitu isu nasional dan lokal NTB. Untuk isu nasional, mahasiswa menuntut agar program MBG dihentikan dan pemerintah segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
"Kami mendesak seluruh pemerintah daerah di NTB untuk menolak atau menyetop MBG ini. Di NTB, banyak sekali keracunan dan orientasi ekonomi kerakyatannya nggak jelas. Hanya golongan elit-elit yang ada di lingkaran mereka saja yang sudah diuntungkan, masyarakat tidak pernah diuntungkan," kata Mavi.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah pusat segera menetapkan karhutla menjadi bencana nasional karena kondisi masyarakat di daerah bencana cukup memprihatinkan. Kemudian menindak tegas para pelaku kejahatan lingkungan.
"Karena masih banyak sekali persoalan-persoalan lingkungan hari ini menggantung yang belum bisa diselesaikan," kata dia.
Terkait isu lokal NTB, mahasiswa mendesak pemerintah daerah segera menangani 1.900 sekolah yang tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Mereka mendesak DPRD NTB untuk memanggil gubernur terkait percepatan penanganan ribuan sekolah yang tidak layak tersebut.
"Tuntutan kami juga terkait dengan perilaku perusakan lingkungan yang juga berkaitan dengan kekeringan yang ada di NTB. Karena per hari ini mata air kita di NTB sudah mulai menurun jumlahnya," kata dia.
Hasil kesepakatan dengan pimpinan organisasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, mereka akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih banyak. Dia menyebut jumlah mahasiswa yang turun hari ini sekitar 300 orang dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram.