Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov NTB Siapkan Hujan Buatan dan Status Darurat Kekeringan
Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemprov NTB menyiapkan status tanggap darurat kekeringan dan karhutla, serta berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk operasi modifikasi cuaca yang bergantung pada ketersediaan awan.
  • NTB juga menjadwalkan salat istisqa massal pada 16 Oktober 2026, sambil menyiapkan mitigasi banjir karena BMKG memprediksi hujan berintensitas tinggi pada akhir November.
  • Kekeringan melanda 9 kabupaten/kota, berdampak pada 283.077 warga; pemerintah telah menyalurkan 4.576.650 liter air bersih dan mengimbau penghematan air serta kewaspadaan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB menyiapkan hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca mengatasi dampak kekeringan yang berkepanjangan di Pulau Lombok dan Sumbawa. Selain itu, Pemprov NTB juga akan menggelar salat istisqa atau salat minta hujan pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dia telah menggelar rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam pekan ini, Iqbal akan menandatangani SK penetapan status tanggap darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita kemarin sudah membahas itu lengkap dengan BPBD, TNGR, BMKG. Dalam Minggu ini kita akan tetapkan kondisi kedaruratan," kata Iqbal dikonfirmasi di Mataram, Rabu (14/10/2026).

1. Koordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk modifikasi cuaca

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pemprov NTB saat ini sedang berkoordinasi dengan BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Meski demikian, kata dia, pelaksanaan modifikasi cuaca ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Iqbal menjelaskan bahwa hujan buatan itu sangat bergantung pada kondisi atmosfer awan. "Karena harus ada syaratnya, jumlah awan memadai. Kalau terlalu sedikit nggak bisa juga. Ini sedang dibahas dengan BMKG dan BNPB," terangnya.

Selain menggunakan teknologi, kata dia, Pemprov NTB juga mengagendakan pelaksanaan salat istisqa atau salat minta hujan secara massal pada Jumat mendatang. Dengan ikhtiar tersebut, diharapkan hujan segera turun di wilayah NTB.

2. Mitigasi ancaman banjir jelang akhir tahun

Ilustrasi banjir akibat hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

​Di tengah upaya mengatasi kekeringan, kata Iqbal, NTB juga dihadapkan pada ancaman bencana banjir jelang akhir tahun. Berdasarkan prediksi BMKG, pada akhir November 2026, wilayah NTB akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Potensi hujan dengan intensitas tinggi tersebut dapat memicu bencana banjir. Oleh karena itu, persiapan penanganan kekeringan dan mitigasi banjir dilakukan secara paralel.

​"Saya mengajak semua masyarakat sembari kita menyelesaikan kekeringan,mari kita sama-sama memitigasi kemungkinan curah hujan tinggi dengan membersihkan gorong-gorong, saluran drainase, dan sungai. Ini sangat penting untuk menghindari dampak curah hujan yang tinggi," ajaknya.

3. Sebanyak 283.077 warga NTB terdampak bencana kekeringan

Warga Dusun Batu Samban Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah antre menerima bantuan air bersih, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

​Berdasarkan data BPBD NTB hingga 7 Oktober 2026, bencana kekeringan semakin meluas. Saat ini, sebanyak 4 Kabupaten/Kota telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, dan 4 Kabupaten lainnya telah menetapkan status Tanggal Darurat Kekeringan.

Bencana kekeringan telah melanda 9 Kabupaten/Kota, yang mencakup 68 kecamatan, 236 desa/kelurahan, serta berdampak pada 90.811 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 283.077 jiwa. Untuk membantu warga yang terdampak, BPBD Kabupaten/Kota bersama pihak terkait telah mendistribusikan air bersih sebanyak 4.576.650 liter.

​Kondisi ini disebabkan oleh musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino serta meluasnya wilayah yang masuk dalam level siaga hingga awas kekeringan akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang.

BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman dengan tidak membakar sampah sembarangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article