Helikopter yang mengevakuasi korban tiba di Benoa Heliport, Kamis (22/10/2026). (dok. BTNGR)
Sebelumnya, beberapa insiden kecelakaan pendaki di Gunung Rinjani pada 2026. Diantaranya, insiden kecelakaan pendaki asal Tiongkok Li Xianhua (47) pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 08.00 WITA setelah terpeleset di jalur pendakian Senaru–Batu Ceper, yang menyebabkan benturan di kepala hingga pingsan. Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat dan tiba di Pos TNGR Senaru pada Selasa, 15 September 2026.
Kemudian insiden kecelakaan yang menimpa pendaki asal Malaysia, Chyse Connsynn (41) di sekitar punggungan atau Pelawangan Sembalun pada 25–26 Mei 2026. Proses evakuasi sempat terkendala kabut sebelum akhirnya korban berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dan dirujuk ke Bali.
Selanjutnya, insiden kecelakaan yang menimpa pendaki asal Belgia, Juliette Marcelle V Andre. Korban mengalami cedera pergelangan kaki saat menuruni jalur menuju Danau Segara Anak pada 4 April 2026. Korban ditangani oleh tim medis Edelweis Medical Help Centre dan dirujuk ke RS Siloam Mataram.