Mataram, IDN Times - Pemprov NTB menargetkan seluruh proses konversi PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB dari konvensional menjadi syariah rampung akhir 2026. Sehingga pada awal 2027 dapat beroperasi penuh menjadi PT BPR NTB Syariah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan langkah ini sekaligus menyempurnakan transformasi seluruh lembaga keuangan yang berada di bawah Pemprov NTB mulai dari Bank NTB Syariah, PT Jamkrida NTB Syariah dan menyusul PT BPR NTB Syariah.
Iqbal mengatakan kehadiran PT BPR NTB Syariah bukan sekadar bisnis perbankan. Dia meminta BPR NTB Syariah dapat melawan "bank subuh" dan rentenir yang sudah meresahkan masyarakat. Selama ini, kata Iqbal, banyak masyarakat yang menjadi korban jeratan rentenir hingga praktik yang kerap disebut sebagai "bank subuh".
"Salah satu yang menjadi keprihatinan saya saat kampanye kemudian ketemu dengan masyarakat, dampak dari bank subuh dan rentenir dampaknya sudah besar. Berapa ribu rumah tangga yang hancur gara-gara pinjaman bank subuh dan rentenir. Yang jadi korban adalah masyarakat," kata Iqbal di Mataram, Rabu (14/10/2026).
