Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

UMKM NTB Diguyur KUR Rp17,99 Triliun, Pemerintah Subsidi Bunga 6%

Hasil produk UMKM di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Hasil produk UMKM di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) NTB mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp17,99 triliun selama tiga tahun terakhir atau dari tahun 2022 - 2024. UMKM yang mendapatkan bantuan akses permodalan melalui KUR mencapai 650 ribu UMKM tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Diskop UKM NTB Ahmad Masyhuri menjelaskan penyaluran KUR dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada 2022, realisasi penyaluran KUR sebesar Rp6,99 triliun, tahun 2023 sebesar Rp5,3 triliun dan tahun 2024 sebesar Rp5,7 triliun.

"Jadi banyak UMKM yang bisa menikmati. Tahun 2024 sebanyak 150 ribu UMKM, tahun 2023 sebanyak 200 ribu UMKM dan tahun 2022 sebanyak 300 ribu UMKM. Jadi banyak UMKM yang mendapatkan KUR," kata Masyhuri dikonfirmasi IDN Times, Selasa (25/2/2025).

1. Pemerintah subsidi bunga 6 persen

Kepala Diskop UKM NTB Ahmad Masyhuri. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Diskop UKM NTB Ahmad Masyhuri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dalam tiga tahun terakhir, sekitar 650 ribu UMKM di NTB yang mendapatkan akses permodalan lewat KUR sebesar Rp17,99 triliun. Menurutnya, para pelaku UMKM cukup terbantu dengan adanya KUR, karena bunganya disubsidi oleh pemerintah.

"Pemerintah memberikan bantuan subsidi bunga KUR tahun 2024 sebesar 6 persen. Begitu juga tahun-tahun sebelumnya sekitar 6 persen. Kalau bunga bank biasanya 11-12 persen. Setengahnya saja dibayar bunganya oleh UMKM," jelasnya.

2. Mayoritas untuk sektor perdagangan

Produk UMKM NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Produk UMKM NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Masyhuri menyebutkan realisasi KUR di NTB pada 2024 sebagian besar untuk sektor perdagangan yaitu hampir Rp2 triliun. Pemprov NTB juga mendorong UMKM yang bergerak di sektor pertanian, perikanan dan kelautan untuk dapat mengakses KUR.

Dia menjelaskan pelaku UMKM sekarang dilibatkan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui e-catalog. Sepanjang produk yang dihasilkan sesuai spek dan harganya bersaing maka dapat ikut dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Apalagi sekarang, pemerintah sedang menggencarkan program bela dan beli produk lokal. "Mereka juga dilibatkan pada setiap event internasional di NTB seperti MotoGP Mandalika," tuturnya

3. Buka akses pasar untuk ekspor

Produk UMKM NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Produk UMKM NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Masyhuri mengatakan bahwa memang akses permodalan menjadi persoalan yang sering dihadapi UMKM. Namun dengan adanya KUR, pelaku UMKM cukup terbantu. Persoalan yang paling sulit dihadapi UMKM terkait dengan akses pasar terhadap produk yang dihasilkan.

"Oleh karena itu sekarang dibuka akses pasarnya bukan saja domestik tapi juga ekspor. Pasar lokal juga ada bela beli produk lokal. Jadi semua akses pasar kita buka sampai ekspor. Supaya UMKM bisa menjual produknya. Karena kalau hanya membuat produk, mereka bisa semua," jelas Masyhuri.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendampingan supaya UMKM menjadi bank-able. Artinya, mereka memenuhi persyaratan apabila meminjam permodalan di perbankan. Karena bantuan permodalan bagi UMKM tidak lagi seperti dulu dikasih bantuan lunak dan pengembaliannya macet.

Tetapi sekarang semua akses permodalan melalui perbankan salah satunya melului KUR. Berdasarkan data BPS, jumlah UMKM di NTB sebanyak 660 ribu dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,2 juta orang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us