Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tinggal Kenangan, Ini Fakta Unik Desa Adat Sade Suku Sasak di Lombok
desa sade (IDN Times/alfan budiarto)
  • Desa Wisata Budaya Sade di Pujut, Lombok Tengah, mempertahankan tradisi Sasak selama sekitar 15 generasi, dengan adat komunitas yang berpadu nilai Islam.
  • Sekitar 750 warga menempati 150 rumah tradisional yang berfungsi beragam, berlantai campuran tanah liat dan sekam, berdinding bambu, serta dirancang tahan gempa.
  • Menenun menjadi keterampilan penting perempuan Desa Sade yang diwariskan antargenerasi; kain tradisional buatan warga dijual sebagai sumber pendapatan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Desa Wisata Budaya Sade terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa adat ini telah mempertahankan tradisinya selama sekitar 15 generasi. Di tengah perkembangan zaman dan masuknya pengaruh modern, masyarakat Sasak di Sade tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam bahasa Sasak, kata sade berarti obat atau kesadaran.

Kehidupan masyarakat Sasak di Desa Sade juga tidak terlepas dari nilai-nilai Islam. Berbagai urusan komunitas, termasuk pernikahan, dilaksanakan dengan mengikuti adat istiadat setempat yang berpadu dengan ajaran agama. Sejumlah kegiatan adat dan kemasyarakatan biasanya berlangsung di masjid atau Baruga Sekenam yang berada di dekat pintu masuk desa.

Keunikan tradisi dan kehidupan masyarakatnya membuat Desa Sade menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. Yuk, simak fakta unik tentang Desa Sade yang terbakar pada Sabtu (22/8/2026).

1. Setiap bangunannya adalah rumah

ilustrasi desa sade (Unsplash/Kevin Charit )

Rumah-rumah di Desa Sade merupakan hunian asli yang masih ditempati masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Rumah tersebut bukan museum atau sekadar bangunan pajangan, melainkan tempat tinggal warga yang hingga kini masih mempertahankan berbagai tradisi leluhur. Sekitar 750 penduduk tinggal di desa tersebut, yang sebagian besar masih memiliki hubungan kekerabatan dan berasal dari garis keturunan leluhur yang sama.

Salah satu keunikan rumah tradisional di Desa Sade terletak pada bagian lantainya. Warga secara rutin melapisi lantai menggunakan kotoran kerbau atau sapi, sebuah praktik tradisional yang dipercaya dapat membantu menjaga lantai tetap bersih dari debu sekaligus membuat permukaannya lebih kuat. Cara tersebut juga diyakini dapat membantu mengusir atau mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

2. Rumah-rumahnya memiliki berbagai fungsi

Warga Desa Sade yang ada di Lombok. (IDN Times/Sunariyah)

Rumah-rumah di Desa Sade memiliki beberapa tipe, di antaranya Bale Bonter, Bale Kodong, dan Bale Tani. Setiap jenis rumah memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan penghuninya. Menurut Authentic Indonesia, Bale Bonter merupakan rumah yang diperuntukkan bagi pemimpin atau pejabat desa. Rumah ini juga digunakan sebagai tempat pertemuan adat dan pelaksanaan berbagai upacara tradisional.

Sementara itu, Bale Kodong merupakan rumah yang biasanya ditempati oleh warga lanjut usia. Rumah ini juga dapat digunakan oleh pasangan yang baru menikah dan belum memiliki rumah sendiri. Adapun Bale Tani umumnya dihuni oleh masyarakat Desa Sade yang bekerja sebagai petani.

3. Tahan gempa bumi

salah satu rumah warga Desa Sade (pixabay.com/Tivistar)

Desa Sade memiliki sekitar 150 rumah tradisional. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan bahan dan desain yang sederhana. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sedangkan atapnya ditutupi dengan alang-alang kering. Lantainya terbuat dari campuran tanah liat dan sekam padi.

Rumah-rumah di Desa Sade dirancang untuk tahan gempa. Konstruksi tradisionalnya membuat rumah-rumah tersebut kuat dan tahan lama. Gempa bumi besar pernah melanda daerah ini beberapa tahun yang lalu. Bahkan setelah bencana, banyak rumah yang tetap berdiri dan dalam kondisi baik.

4. Kaya akan tradisi kain tenun

Desa Sade di Lombok. (Dok. Pribadi/Yerin Shin)

Di Desa Sade, perempuan diharapkan mempelajari cara menenun. Menenun merupakan bagian penting dari budaya dan kehidupan sehari-hari desa tersebut. Banyak perempuan bekerja sebagai penenun dan menghasilkan kain tradisional. Keterampilan ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Banyak toko yang menjual kain tenun dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju Desa Sade. Kain-kain ini dibuat dan dijual oleh penduduk setempat. Tenun merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak keluarga di desa tersebut. Pengunjung sering membeli tekstil tradisional ini sebagai suvenir dan produk budaya.

Desa Sade adalah desa budaya yang melestarikan tradisi dan warisan masyarakat Sasak melalui rumah-rumah, tenun, dan adat istiadatnya. Terlepas dari pengaruh kehidupan modern, masyarakat terus melindungi budayanya, menjadikan desa ini sebagai destinasi budaya penting di Lombok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article