Aksi vandalisme jalur menuju puncak Rinjani (dok. Suyud Saputra Bakti)
Aksi vandalisme juga dikeluhkan oleh pedaki lokal yaitu Suyut Saputra Bakti. Ia menyebut aksi vandalisme hampir terjadi di sepanjang jalur pendakian gunung Rinjani, yaitu melalui jalur Pelawangan Sembalun, Torean maupun jalur lainnya.
Menurutnya, aksi tersebut sangat tidak elok dan tak etis dilakukan oleh pendaki karena merusak keindahan dan pemandangan. Jika pendaki ingin mengenang momen karena sudah berkunjung ke tempat tersebut, bisa menggunakan cara lain, salah satunya melaui foto.
"Corat-coret di dinding bebatuan seperti batu nisan di kuburan, karena orang kalau tulis nama di batu ya tulis nama orang yang meninggal," Sindirnya.
Aksi vandalisme juga bukan hanya terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani, tetapi terjadi juga di jalur pendakian bukit yang ada di Sembalun. Sehingga ia berharap BTNGR serius menangani dan mencegah persoalan ini.
Ia menyarankan agar BTNGR memasang kamera CCTV memantau oknum pendaki yang melakukan vandalisme. Selain itu juga melakukan pemeriksaan kepada pendaki sebelum muncak.
Suyut mengatakan aksi vandalisme ini terjadi karena tidak ada tindakan tegas dari BTNGR, sama seperti persoalan sampah. Menurutnya, persoalan yang sama terus berulang terjadi.
Meski begitu, ia mengatakan sekeras apapun usaha BTNGR, hingga pemerhati alam dalam menangani kasus vandalisme dan maraknya pendaki buang sampah sembarangan, tidak akan ada pengaruhnya jika yang mendaki gunung tidak teredukasi dengan baik. Pendaki harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.
"Sekarang tergantung kita sendiri, mau menjaga alam atau membiarkannya rusak sedikit demi sedikit," ujarnya.