Mataram, IDN Times - Sejumlah destinasi wisata pantai di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sering menelan korban jiwa. Korban ada yang wisatawan lokal, wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara.
Kebanyakan korban yang meninggal dunia terseret arus saat berenang dan snorkeling di pantai. Beberapa kejadian wisatawan yang meninggal saat berenang dan snorkeling seperti di perairan Gili Trawangan dan Gili Meno Lombok Utara.
Kemudian lokasi wisata pantai yang sering terjadi insiden di Pantai Tanjung Menangis Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur dan Pantai Setangi Lombok Utara.
Melihat kejadian yang terus berulang, Dinas Pariwisata Provinsi NTB menginisiasi pembentukan Satgas Terpadu, terutama di Gili Trawangan. Satgas Terpadu yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB dan Dinas Pariwisata Lombok Utara ini akan dibentuk paling lambat 2024 mendatang.
"Memang penting kedepannya supaya tidak terjadi kejadian wisatawan terseret ombak, kita mitigasi dini destinasi wisata kita. Kita sekarang lagi membuat Satgas Terpadu dari sejumlah unsur ada polisi, TNI, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB dan Pemda Lombok Utara," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin Maladi dikonfirmasi IDN Times, Jumat (3/22/2023).
