Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada, 8 Kecamatan di Lombok Timur ini Rawan Bencana
Sejumlah rumah hanyut dilanda banjir bandang di Desa Sambelia Lotim beberapa tahun lalu (IDN Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times - Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih berpotensi atau rawan dilanda bencana alam. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap musim penghujan, sejumlah wilayah di Gumi Selaparang selalu dihantui bencana alam. Misalnya bencana banjir, tanah longsor hingga puting beliung.

Sebagian wilayah di Lotim, setiap tahunnya menjadi langganan banjir ketika musim penghujan tiba. Warga Lotim diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang berada di 8 kecamatan yang sudah masuk dalam daftar rawan bencana.

1. 8 kecamatan rawan dilanda bencana alam

Lalu Mulyadi (Dokumen pribadi/Supardi)

Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi mengatakan, dimusim penghujan tahun ini, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan dilanda bencana alam. Dari hasil pemetaan tersebut, terdapat 8 kecamatan yang rawan dan berpotensi dilanda bencana alam, yaitu Kecamatan Keruak, Jerowaru, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Sembalun, Sikur dan Suela.

"Wilayah rawan terancam banjir bandang dan tanah longsor yaitu wilayah yang berada di kaki gunung Rinjani, sementara wilayah selatan yaitu kecamatan Keruak dan Jerowaru potensi angin puting beliung dan banjir rob," jelas Lalu Mulyadi.

2. Siapkan 54 tim siaga bencana desa

Tim SAR saat mengevakuasi korban tenggelam (dok. SAR Mataram)

Sementara itu, mengantisipasi terjadinya bencana alam di musim penghujan tahun ini, BPBD Lotim telah menyiapkan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Tim ini berada di 54 desa yang rawan potensi terdampak bencana alam. Tim ini disiapkan untuk penanganan darurat atau pertolongan pertama terhadap korban terdampak, sebelum tim BPBD sampai ke lokasi bencana.

"Upaya koordinasi terus ditingkatkan, terutama pada tim siaga bencana desa, agar penanganan pertama dapat dilakukan sebelum tim BPBD sampai di lokasi bencana," ucapnya.

Mulyadi mengatakan bahwa Tim BPBD Lotim telah siap dan siaga terhadap berbagai ancaman bencana. Sejumlah sarana dan prasarana yang dimiliki telah disiagakan dan dipersiapkan. Salah satunya yaitu telah menyiapkan gudang kedaruratan dan logistik khusus, serta tim untuk melakukan kajian, assessment, serta penanganan cepat di lokasi bencana.

Selain itu,  warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Terutama di daerah wisata air terjun, di perbukitan, dan di wilayah aliran sungai.

"Kami mengimbau masyarakat untuk ikut andil membersihkan saluran dari sampah, membersihkan tampungan air. Termasuk  kepada pengelola pariwisata agar gencar memberikan peringatan dini di areal-areal wisata," pesannya.

3. Pastikan keamanan bendungan

Bendungan Pandanduri mengalami penyusutan yang cukup parah (IDN Times/Ruhaili)

Selain disebabkan alam, keamanan bendungan menjadi salah satu perhatian serius Pemkab Lotim ketika hujan sudah mulai turun. Di Kabupaten Patuh Karya ini, sedikitnya terdapat delapan bendungan yang menjadi perhatian, yaitu Bendungan Lingkok Lamun, Tundak, Inen Ratu, Kuang Rundun, Jago, Propok BT, Kembar dua, dan Peneda Gandor.

Dalam upaya pengurangan resiko bencana bendungan ini, dilakukan peningkatan koordinasi dan membangun pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana akibat infrastruktur bendungan.

Pj Sekda Lombok Timur Hj. Baiq Miftahul Wasli mengatakan, bahwa keberadaan bendungan perlu diantisipasi dampaknya. Kalau terjadi kegagalan, bendungan atau jebolnya tanggul dapat mendatangkan bencana ketika musim penghujan tiba.

Oleh sebab itu, menurutnya sangat penting untuk dilakukan pemeliharan melalui antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga bendungan dapat dimanfaatkan lebih lama sebagaimana fungsinya, bukan menjadi bencana bagi masyarakat.

"Bendungan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkait pemenuhan air, sehingga bendungan ini harus benar-benar dijaga dan dirawat agar tidak menjadi bencana bagi masyarakat," tegasnya.

Editorial Team

EditorRuhaili