Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Solo Ikut Keseruan Berburu Ketupat pada Lebaran Topat di Lombok
Gunungan Ketupat pada tradisi Lebaran Topat di Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Tradisi Lebaran Topat di Mataram menarik perhatian warga lokal dan luar daerah, termasuk dari Solo, yang ikut berburu ketupat sebagai simbol silaturahmi dan pengakuan kesalahan.
  • Perayaan dipusatkan di Makam Bintaro dan Pantai Loang Baloq, dihadiri pejabat kota serta dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya yang mempererat hubungan masyarakat.
  • Taman Wisata Pantai Loang Baloq menjadi destinasi religi dan rekreasi dengan ziarah makam Maulana Syekh Gauz Abdurrazak serta rencana parade perahu nelayan untuk meramaikan tradisi tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tradisi tahunan Lebaran Topat digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan kegiatan utama berburu ketupat dan ziarah makam yang menarik perhatian warga lokal maupun luar daerah.
  • Who?
    Kegiatan diikuti warga Lombok dan pengunjung dari luar daerah seperti Ning asal Solo serta Zahratun dari Lombok Timur. Acara dihadiri Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota TGH. Mujiburahman.
  • Where?
    Perayaan berlangsung di dua lokasi utama, yaitu Makam Bintaro Kecamatan Ampenan dan Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, tepat tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
  • Why?
    Tradisi ini bertujuan mempererat silaturahmi masyarakat serta melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk syukur setelah berpuasa Ramadan.
  • How?
    Acara diawali dengan ziarah makam dan ngurisan, kemudian dilanjutkan puncak perayaan berupa perebutan gunungan ketupat oleh warga di kawasan wisata Pantai Loang Baloq.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar tradisi Lebaran Topat di Taman Wisata Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Sabtu (28/3/2026). Tradisi yang digelar tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah itu, menyedot perhatian warga.

Warga yang datang bukan saja dari Pulau Lombok, namun juga dari luar daerah seperti Solo, Jawa Tengah. Salah seorang warga Solo, Jawa Tengah, Ning mengatakan baru pertama kali ikut keseruan berburu ketupat pada tradisi Lebaran Topat di Lombok tahun ini.

1. Tertarik tradisi Lebaran Topat di Lombok

Tradisi Lebaran Topat di Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ning mengaku tertarik mengenai tradisi Lebaran Topat di Lombok karena budayanya yang unik. Dia mengatakan tradisi Lebaran Topat di Lombok mirip juga dengan tradisi Syawalan di Sungai Bengawan Solo.

Sama seperti di Lombok, tradisi syawalan juga ada hubungan ketupat yang diperebutkan oleh warga pada puncak acara. Ketupat dimaknai sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan dan jalinan silaturahmi.

"Yang menarik budayanya di sini. Di Solo juga ada kayak begini, tradisi syawalan namanya," kata dia.

Warga asal Lombok Timur, Zahratun juga tak mau ketinggalan berburu ketupat pada tradisi Lebaran Topat di Kota Mataram. Dia mengaku sudah datang ke Mataram sejak kemarin. Dia percaya ada keberkahan yang akan didapatkan jika mendapatkan ketupat pada pelaksanaan Lebaran Topat.

2. Pusatkan Lebaran Topat di dua lokasi

Para perempuan membawakan dulang saji pada tradisi Lebaran Topat di Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pelaksanaan tradisi Lebaran Topat di Kota Mataram dipusatkan pada dua lokasi yaitu makam Bintaro Kecamatan Ampenan dan Taman Wisata Pantai Loang Baloq Kecamatan Sekarbela. Untuk pelaksanaan Lebaran Topat di Makam Bintaro dihadiri Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, sedangkan Lebaran Topat di Taman Wisata Pantai Loang Baloq dihadiri Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburahman.

Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburahman mengatakan Lebaran Topat merupakan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan setiap tahun. Tradisi Lebaran Topat dilaksanakan seminggu setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Makna perayaan Lebaran Topat adalah untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat.

Camat Sekarbela Kota Mataram Arief Satriawan menambahkan tradisi ini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Kota Mataram khususnya di wilayah Kecamatan Sekarbela. "Karena di sini ada makam tuan guru. Bagaimana sejarah masuknya Islam ke Sekarbela Kota Mataram itu dengan jalan damai. Ada akulturasi budaya, dan pintu masuknya Islam lewat Ampenan," kata dia.

3. Destinasi wisata religi dan pantai

Makam Maulana Syekh Gauz Abdurrazak ramai dikunjungi peziarah pada perayaan tradisi Lebaran Topat di Kota Mataram, Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Arief menjelaskan di kawasan Taman Wisata Pantai Loang Baloq, terdapat makam seorang tuan bernama Maulana Syekh Gauz Abdurrazak. Makam tersebut merupakan destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi para peziarah setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

"Jadi, ziarah makam dengan rekreasi keluarga di Taman Makam Loang Baloq ini satu paket. Setelah berziarah, biasanya masyarakat istirahat, bawa makanan, menikmati liburan di Taman Wisata Pantai Loang Baloq," terangnya.

Rangkaian tradisi Lebaran Topat adalah ziarah makam, ngurisan dan puncak acara Lebaran Topat berupa gunungan ketupat yang diperebutkan oleh masyarakat. Tahun depan, pihaknya berencana akan meramaikan perayaan Lebaran Topat dengan kegiatan parade perahu nelayan di Pantai Loang Baloq. Sehingga tradisi tahunan ini semakin meriah dan menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Editorial Team