Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Selong Tewas setelah Terjatuh ke Gorong-gorong saat Hujan
Gorong-gorong lokasi korban terseret arus (IDN Times/Istimewa)
  • Hasbi, warga Selong berusia 51 tahun, meninggal dunia setelah terseret arus deras di gorong-gorong depan rumahnya saat hujan lebat mengguyur Lombok Timur.
  • Korban sempat berusaha membersihkan saluran air yang tersumbat sebelum tergelincir dan terbawa arus; meski segera dievakuasi ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
  • Polsek Selong mencatat ini merupakan kasus kedua sejak awal 2026 dan berencana meningkatkan sosialisasi bahaya membersihkan saluran air saat hujan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times - Nasib tragis dialami Hasbi (51), warga Lingkungan Bagek Longgek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Ia meninggal dunia setelah terseret arus deras di saluran gorong-gorong beton yang berada di depan rumahnya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah Lombok Timur. Korban diduga tergelincir sebelum akhirnya terbawa arus di dalam saluran tersebut.

1. Kronologi kejadian

Kapolsek Selong, Iptu. Susana Ernawati Djangu saat turun melakukan pemeriksaan TKP (IDN Times/Istimewa)

Kapolsek Selong, IPTU Suzana Jangu mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban berniat membersihkan saluran air yang tersumbat. Akibat penyumbatan pecahan batako dan sampah plastik serta rumput, air di sekitar rumah korban tergenang.

Karena saluran tersebut ditutup beton, korban menggunakan linggis untuk membuka penutupnya. Ia kemudian turun ke dalam saluran untuk mengeruk sampah. Namun, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan arus air di dalam saluran menjadi sangat deras.

"Korban diduga kehilangan pijakan, lalu terseret arus ke dalam lubang. Ia sempat berteriak meminta tolong," ujar Susan.

Mardiati (45), istri korban yang, menceritakan detik-detik mengerikan itu. Ia mendengar suaminya berteriak minta tolong.

"Saya coba meraih tangannya, tapi arus terlalu kuat. Saya tidak mampu menariknya keluar," ujarnya.

Mardiati pun bergegas memanggil tetangga. Dua warga lainnya, Muhammad Jamiludin (55) dan Muhammad Muliadin (29), seorang guru segera datang membantu. Berdua mereka berhasil mengangkat tubuh Hasbi dari saluran air dan membawanya ke rumah. Namun, kondisi korban sudah sangat lemas dan tidak sadarkan diri.

2. Korban meninggal di IGD

Saat warga setempat berupaya mengevakuasi korban (IDN Times/Istimewa)

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Lotim Medical Center (LMC) Rakam menggunakan mobil ambulans milik Damkar Lombok Timur. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis di IGD, tim dokter menyatakan bahwa Hasbi telah meninggal dunia.

Pihak keluarga yang berduka menerima musibah ini sebagai musibah dan menolak dilakukannya otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

"Keluarga menolak  otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan," ungkap Susan.

3. Sudah dua kasus serupa di awal 2026

Korban saat dilarikan ke rumah sakit (IDN Times/Istimewa)

Catatan kepolisian Polsek Selong menyebutkan bahwa kejadian tergelincir ke saluran air hingga menyebabkan kematian di wilayah Selong dan sekitarnya sudah terjadi dua kali sejak awal tahun 2026. Kasus pertama terjadi beberapa bulan lalu dengan pola yang hampir sama.
Kapolsek Selong melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Rakam menyatakan akan segera menggencarkan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya berada di saluran air saat hujan turun.

"Kami mengimbau warga agar tidak membersihkan saluran air dari dalam, apalagi di musim hujan. Gunakan alat bantu dari jarak aman. Jika perlu, laporkan ke petugas kebersihan atau aparat desa," pesan Susan.

Editorial Team