Kapolsek Selong, Iptu. Susana Ernawati Djangu saat turun melakukan pemeriksaan TKP (IDN Times/Istimewa)
Kapolsek Selong, IPTU Suzana Jangu mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban berniat membersihkan saluran air yang tersumbat. Akibat penyumbatan pecahan batako dan sampah plastik serta rumput, air di sekitar rumah korban tergenang.
Karena saluran tersebut ditutup beton, korban menggunakan linggis untuk membuka penutupnya. Ia kemudian turun ke dalam saluran untuk mengeruk sampah. Namun, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan arus air di dalam saluran menjadi sangat deras.
"Korban diduga kehilangan pijakan, lalu terseret arus ke dalam lubang. Ia sempat berteriak meminta tolong," ujar Susan.
Mardiati (45), istri korban yang, menceritakan detik-detik mengerikan itu. Ia mendengar suaminya berteriak minta tolong.
"Saya coba meraih tangannya, tapi arus terlalu kuat. Saya tidak mampu menariknya keluar," ujarnya.
Mardiati pun bergegas memanggil tetangga. Dua warga lainnya, Muhammad Jamiludin (55) dan Muhammad Muliadin (29), seorang guru segera datang membantu. Berdua mereka berhasil mengangkat tubuh Hasbi dari saluran air dan membawanya ke rumah. Namun, kondisi korban sudah sangat lemas dan tidak sadarkan diri.