Warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lotim, melintasi jembatan darurat dari bambu yang dibangun secara swadaya. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ahmadi menjelaskan bahwa jembatan Bailey ini berstatus sebagai jembatan darurat sementara yang dipinjam dari aset Kodam IX/Udayana. Jembatan ini direncanakan akan digunakan selama kurang lebih satu tahun.
Untuk pembangunan jembatan permanen nantinya, akan dilakukan oleh Pemda Lombok Timur. Karena jembatan yang rusak itu merupakan akses jalan penghubung yang menjadi kewenangan Pemda Lombok Timur.
"Untuk jembatan permanennya nanti Pemda Lombok Timur yang menanganinya. Jadi kita hanya harus bantu bangun jembatan Bailey supaya aktivitas masyarakat tIdak terganggu," tandasnya.
Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Aik Beta Desa Perigi, Amaq Sidik, Minggu (28/12/2025) mengatakan warga membangun jembatan darurat dari bambu karena lamanya menunggu pembangunan jembatan Bailey yang dijanjikan pemerintah daerah.
Pada waktu itu, warga membangun jembatan darurat dari bambu sebagai akses utama penghubung antara kecamatan Suela dan Pringgabaya karena lamanya penanganan oleh pemerintah daerah. Amaq Sidik, mengungkapkan bahwa warga sebelumnya telah dijanjikan bahwa jembatan Bailey akan mulai dibangun pada pertengahan Desember.
Namun, hingga akhir Desember, tanda-tanda pembangunan tersebut tidak terlihat. "Kami bingung sebagai masyarakat. Dijanjikan tanggal 16 bulan Desember ini, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Akhirnya masyarakat inisiatif swadaya beli bambu dan gotong royong bangun sendiri," kata Amaq Sidik ditemui di lokasi, Minggu (28/12/2025).
Warga mengumpulkan dana secara swadaya untuk membeli material berupa bambu. Total biaya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp4,2 juta berasal dari sumbangan masyarakat sekitar. Jembatan Aik Beta merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Suela. Selama jembatan putus akibat banjir sebulan lalu, aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Dia mengaku kehilangan potensi penghasilan Rp60–70 juta dari hasil kebun srikaya dan jagung karena sulitnya transportasi. Selain itu, guru dan anak sekolah harus dikawal oleh orang tua saat melintasi sungai di bawah jembatan sebelum jembatan bambu ini berdiri.
Saat hujan turun, warga tidak berani melintas karena risiko banjir. Jembatan bambu yang dibuat warga sekarang sudah bisa dilewati kendaraan roda dua, tetapi untuk kendaraan roda empat belum bisa dilalui.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal merespons soal keluhan warga terkait molornya pembangunan jembatan Bailey. Dia mengatakan jembatan bailey akan tetap dibangun di Dusun Aik Beta Desa Perigi Lotim.
"Itu problemnya hanya tinggal penggerakan. Jembatan Bailey-nya sudah siap, segera kita akan gerakkan ke sana. Hanya masalahnya hanya administratif saja," kata Iqbal.
Iqbal memastikan jembatan bailey akan segera dipasang. Karena dia sendiri sudah menandatangani untuk alokasi anggarannya. Jembatan bailey dipilih untuk sementara karena biayanya lebih murah, yakni Rp800 juta. Selain itu, ada permintaan Pemkab Lotim yang menghendaki adanya bantuan penanganan jembatan putus tersebut.
Jembatan Bailey itu didatangkan langsung dari Bali. Dengan adanya jembatan bailey itu, akses warga yang sebelumnya terisolir menjadi terhubung, sehingga aktivitas perekonomian, sosial maupun aktivitas pendidikan tetap berjalan seperti sediakala.