Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamendikdasmen Minta Siswa Tak Unggah Menu MBG Bermasalah di Medsos
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan siswa kelas X SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meminta siswa tidak mengunggah masalah menu MBG ke media sosial, melainkan melapor ke sekolah agar diteruskan ke SPPG untuk diperbaiki.
  • Fajar mengingatkan siswa agar bersyukur dan menghargai kerja keras para ibu di SPPG yang memasak sejak dini hari, serta tidak membuang makanan meski rasanya kurang cocok.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB telah menjangkau hampir 1,9 juta penerima manfaat, termasuk siswa SD hingga SMA, balita, ibu hamil, guru, dan tenaga kependidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meminta siswa tidak mengunggah atau mengupload ke media sosial (medsos) jika menemukan menu makan bergizi gratis (MBG) yang bermasalah, seperti ada belatungnya.

Dia meminta para siswa agar menyampaikan kritikan terkait menu masakan MBG ke pihak sekolah, selanjutnya disampaikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk diperbaiki.

"Jadi kalau nanti ada masalah dengan makanannya, jangan di-upload di media sosial dulu. Laporkan ke siapa? Ke pihak sekolah, nanti sekolah sampaikan ke mana? Ke SPPG untuk diperbaiki. Itu cara kita memperbaiki bangsa ini secara beradab," kata Fajar saat berdialog dengan Siswa Kelas X SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026).

1. Wamendikdasmen: jangan difoto dan diupload di media sosial

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fajar menjelaskan bahwa MBG yang didistribusikan ke setiap siswa di sekolah dimasak pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari. Pada saat itu, kata dia, para siswa sedang enak tidur. Masakan MBG itu dimasak oleh para ibu-ibu di setiap SPPG. Setelah itu, MBG disalurkan ke penerima manfaat di masing-masing sekolah.

"Jadi, kita sudah tinggal (makan), enak sekali kan? Jadi, kalau nanti ada masalah, tolong disampaikan ke pihak sekolah supaya memberikan masukan ke SPPG-nya untuk diperbaiki," sarannya.

Jika ada menu MBG yang bermasalah, misalnya ditemukan ada sedikit belatung, Fajar meminta para siswa agar tidak difoto dan diupload di media sosial (medsos). Sebab jika diposting ke media, maka akan menjadi viral.

"Pernah lihat gak? Yang awalnya tidak tahu masalahnya jadi sok tahu, ramai di media sosial kan? Itu tidak menyelesaikan masalah. Jadi kalau ada kekurangan apa-apa tolong disampaikan untuk diperbaiki," kata dia.

2. Ajak para siswa bersyukur

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan siswa kelas X SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pada kesempatan itu, Fajar mengajak para siswa agar pandai bersyukur. Karena di balik makanan MBG yang disajikan kepada para siswa, banyak ibu-ibu yang bangun dini hari untuk memasak MBG.

"Kalau kita kepikiran bagaimana ibu-ibu di sana (SPPG), bersusah payah masak ini, maka kita bersyukur dan memakannya dengan baik, jangan dibuang-buang," kata dia.

Jika ada masakan MBG yang rasanya tidak cocok, dia meminta para siswa tidak menghamburkan makanan tersebut. Karena menurutnya, masih banyak anak-anak yang kelaparan di luar sana.

​"Adik-adik beruntung di sini, sekolah baik, ber-AC, pakai jas. Di luar sana masih banyak anak-anak kita yang tidak sekolah, tidak bersepatu, tidak bersandal. Jadi adik-adik patut beradab dan bersyukur," ajaknya.

3. Jumlah siswa yang sudah dijangkau program MBG di NTB

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq saat berdialog dengan siswa kelas X SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Data Satgas MBG Provinsi NTB per 1 Februari 2026, program MBG telah menjangkau hampir 1,9 juta orang. Di sektor pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga 3 menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 278.009 jiwa, disusul oleh siswa SD kelas 4 hingga 6 sebanyak 266.110 jiwa.

Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menjangkau 182.853 siswa SMP, 117.937 siswa MTs, serta total lebih dari 260.000 siswa di tingkat SMA, SMK, dan MA.

Selain itu, program MBG juga menyasar 205.836 Balita, 88.814 anak PAUD, dan 117.827 anak TK. Kemudian Ibu Hamil 32.902 jiwa dan Ibu Menyusui 76.596 jiwa, 117.346 guru, 16.554 tenaga kependidikan, serta 8.194 kader Posyandu.

Editorial Team