Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Utang Rp91,45 Miliar RSUD NTB Akhirnya Lunas
Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • RSUD NTB berhasil melunasi utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar yang telah menekan keuangan rumah sakit selama bertahun-tahun, membuka jalan menuju tata kelola yang lebih sehat.
  • Gubernur NTB menegaskan pelunasan utang harus menjadi momentum memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat merasakan layanan cepat, nyaman, dan manusiawi.
  • Manajemen RSUD NTB menyiapkan strategi menjaga kesehatan fiskal melalui pengendalian belanja, percepatan klaim BPJS, serta pengembangan sumber pendapatan baru untuk memperkuat kemandirian rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun anggaran 2025

Total kewajiban utang kontraktual RSUD NTB tercatat sebesar Rp91,45 miliar berdasarkan data manajemen rumah sakit.

6 Mei 2026

Manajemen RSUD NTB mencatat total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 senilai Rp91.445.484.400,83 dan mulai melakukan pelunasan bertahap.

18 Mei 2026

Juru Bicara Pemprov NTB menyampaikan pesan Gubernur agar pelunasan utang menjadi momentum memperkuat tata kelola dan memulihkan kepercayaan publik terhadap RSUD NTB.

kini

Seluruh utang RSUD NTB telah lunas, manajemen menyiapkan strategi menjaga kondisi fiskal tetap sehat serta mengembangkan sumber pendapatan baru untuk keberlanjutan rumah sakit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    RSUD Nusa Tenggara Barat telah melunasi seluruh utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar yang selama bertahun-tahun membebani keuangan rumah sakit dan memengaruhi ruang gerak pelayanan.
  • Who?
    Pelunasan dilakukan oleh manajemen RSUD NTB di bawah kepemimpinan Direktur drg. Asrul Sani, dengan dukungan Pemerintah Provinsi NTB dan arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di RSUD Nusa Tenggara Barat yang berlokasi di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Berdasarkan data per 6 Mei 2026, pelunasan utang diselesaikan secara penuh pada bulan Mei 2026 setelah proses percepatan pembayaran dalam satu bulan terakhir.
  • Why?
    Penyelesaian dilakukan untuk menyehatkan kondisi fiskal rumah sakit, menjaga stabilitas keuangan, serta memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah tersebut.
  • How?
    Pembayaran dilakukan bertahap; sebagian besar diselesaikan oleh direksi sebelumnya dan sisanya dilunasi cepat oleh manajemen baru melalui pengendalian belanja serta penataan arus kas rumah sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rumah sakit besar di NTB dulu punya utang banyak sekali, tapi sekarang semua sudah dibayar lunas. Dulu direksi lama bayar sebagian, lalu direksi baru cepat selesaikan sisanya. Sekarang rumah sakitnya bisa bernapas lega dan mau jadi lebih baik lagi supaya orang-orang bisa berobat dengan nyaman dan percaya sama rumah sakit itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pelunasan utang Rp91,45 miliar oleh RSUD NTB menandai langkah nyata menuju kemandirian dan tata kelola yang lebih sehat. Keberhasilan ini tidak hanya menghapus beban fiskal lama, tetapi juga membuka ruang bagi perbaikan pelayanan, penguatan stabilitas keuangan, serta pembangunan sistem manajemen yang lebih transparan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Setelah bertahun-tahun menjadi beban yang ikut menekan ruang gerak pelayanan rumah sakit, utang kontraktual RSUD NTB senilai Rp91,45 miliar akhirnya tuntas diselesaikan. Pelunasan tersebut menjadi titik penting bagi RSUD NTB untuk keluar dari tekanan fiskal sekaligus mulai membangun fondasi baru menuju tata kelola rumah sakit yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan data manajemen RSUD NTB per 6 Mei 2026, total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp91.445.484.400,83. Proses pelunasan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kewajiban berhasil diselesaikan.

Pada masa direksi sebelumnya, pembayaran utang berhasil dituntaskan sebesar Rp44.766.375.492,17. Sementara pada masa direksi baru saat ini dilakukan percepatan penyelesaian sisa kewajiban sebesar Rp46.679.108.908,66 hanya dalam waktu satu bulan hingga pembayaran mencapai 100 persen.

1. Momentum memulihkan kepercayaan publik

Ilustrasi pasien di RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik mengatakan bahwa Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menekankan agar keberhasilan pelunasan utang itu tidak berhenti sebagai penyelesaian administratif semata. Pelunasan utang RSUD NTB harus menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit, memulihkan kepercayaan publik, dan membangun sistem pelayanan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Bapak Gubernur menekankan bahwa setelah persoalan utang diselesaikan, RSUD NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” kata Khalik, Senin (18/5/2026).

2. Titik penting menjaga stabilitas keuangan rumah sakit

Pusat pelayanan terpadu untuk penderita kanker di RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan pelunasan utang puluhan miliar itu menjadi titik penting menjaga stabilitas keuangan rumah sakit. Karena stabilitas keuangan rumah sakit memiliki hubungan langsung dengan kelancaran pelayanan.

Mulai dari pengadaan alat kesehatan, dukungan operasional, hingga kepastian kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan. Dengan tidak ada lagi beban utang, RSUD NTB kini memiliki ruang fiskal yang jauh lebih sehat untuk memperkuat stabilitas operasional, menjaga keberlanjutan pelayanan, serta melakukan pembenahan organisasi secara lebih terukur.

“Kalau utang sudah selesai, maka perlahan kita bangkit. Kita ingin RSUD NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata dia.

3. Siapkan strategi menjaga kondisi fiskal RSUD NTB tetap sehat

Direktur RSUD NTB drg. Asrul Sani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Direktur RSUD NTB drg. Asrul Sani menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat. Strategi yang dilakukan melalui pengendalian belanja, penataan arus kas, percepatan penyelesaian klaim BPJS, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, manajemen RSUD NTB juga mulai menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan melalui evaluasi kerja sama, appraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, serta pengembangan berbagai revenue center baru guna memperkuat kemandirian fiskal rumah sakit ke depan.

Dengan fondasi fiskal yang mulai sehat dan tata kelola yang terus diperbaiki, RSUP NTB optimistis dapat tumbuh menjadi institusi layanan kesehatan yang semakin sehat, mandiri, dan berkelanjutan. RSUD NTB perlahan mulai membangun fondasi baru menuju rumah sakit yang lebih sehat, mandiri, dan semakin dipercaya masyarakat.

Editorial Team