Mahasiswi Unram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Mahasiswi Fakultas Pertanian Unram Novina Fitri mengatakan, kampus menentukan besaran UKT disesuaikan dengan kondisi perekonomian mahasiswa. Sebelumnya dilakukan survei kondisi ekonomi keluarga mahasiswa.
"Kita ada survei, lain lagi kalau ada mahasiswa yang kurang mampu itu ada beasiswa KIP Kuliah. Nah, KIP Kuliah ini dia gak bayar uang kuliah alias gratis, dikasih uang pembinaan sebesar Rp5,7 juta untuk angkatan 2021/2022," kata Fitri saat dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (11/8/2023).
Fitri mengatakan biaya kuliah di Mataram memang mahal, apalagi mahasiswa jalur mandiri. Karena ada uang pembangunan atau iuran pengembangan institusi (IPI). Dari sisi pembayaran UKT, kata Fitri, memang terjangkau karena disesuaikan dengan kondisi ekonomi mahasiswa
Tetapi biaya hidup kuliah di Kota Mataram cukup mahal. Ia memberikan contoh seperti biaya kos bisa mencapai Rp9 juta setahun atau kisaran Rp800 ribu per bulan.
Itu di luar biaya transportasi, konsumsi, dan lain-lain.
"Rata-rata pengeluaran per bulan Rp400 ribu, tergantung pengeluaran kita. Kalau boros banyak pengeluaran kita, tapi kalau masak sendiri sedikit pengeluaran kita," tuturnya.
Jika ditotal, biaya hidup dan kuliah bisa mencapai puluhan juta rupiah per tahunnya di Mataram. Meskipun biaya hidup dan kuliah cukup mahal, tetapi menurut Fitri, sebanding dengan pelayanan kampus.
Seperti salah satunya mendatangkan dosen pengajar dari luar negeri untuk menggelar kuliah umum di Unram. Selain itu, fasilitas sarana prasarana perkuliahan Unram pun memadai dalam membantu kelancaran perkuliahan mahasiswa.