Lombok Timur, IDN Times – Di tengah hiruk pikuk perayaan Idul Fitri yang identik dengan mudik dan kunjungan keluarga, Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, memiliki tradisi unik yang selalu dinantikan. Ribuan warga memadati jalanan desa untuk menyaksikan Tradisi Tiu, yaitu pawai atau arak-arakan ratusan kuda yang berjalan beriringan dengan penunggangnya, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.
Tradisi yang digelar setiap tahun pada tanggal 1 dan 2 Syawal ini menjadi simbol kebersamaan, sekaligus bentuk perayaan kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pelaksanaan Tradisi Tiu terbagi dalam dua sesi. Pada tanggal 1 Syawal, pawai dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 16.00 Wita setelah salat Asar hingga pukul 17.30 Wita atau menjelang Magrib. Sesi kedua yang menjadi puncak acara digelar pada dini hari tanggal 2 Syawal, tepatnya pukul 03.00 hingga 06.30 pagi. Waktu pelaksanaan dini hari ini telah menjadi ketentuan turun-temurun yang dijaga oleh masyarakat setempat. Rute pawai sepanjang sekitar 500 meter melintasi jalan utama desa, disaksikan oleh ribuan warga yang memadati pinggir jalan.
