Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260123_153827_548.jpg
Rumah warga Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang rusak parah dihantam gelombang tinggi, Rabu malam (21/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau warga terdampak banjir rob akibat gelombang tinggi di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram pada Kamis malam (22/1/2026). Kepala Lingkungan Bugis Suherman melaporkan sebanyak enam unit rumah warga mengalami kerusakan parah.

Dengan rincian tiga rumah warga hanyut dan tiga rumah lainnya rusak berat sehingga tak bisa lagi ditempati. Dia mengatakan sejumlah rumah warga lain turut terdampak, namun sebagian masih dapat ditempati secara terbatas.

“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan,” kata Suherman.

1. Gelombang tinggi memperparah abrasi di pesisir Mataram

Rumah warga Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang rusak parah dihantam gelombang tinggi, Rabu malam (21/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Suherman mengungkapkan gelombang tinggi mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter. Kondisi tersebut jauh lebih ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya dan memicu hempasan kuat yang memperparah abrasi di sekitar permukiman warga.

“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemprov NTB bersama Pemkot Mataram menyiapkan tenda pengungsian untuk menampung warga terdampak. Pemerintah daerah juga menyiapkan skema penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi sementara sembari menunggu solusi permanen.

2. Mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau warga terdampak gelombang tinggi di Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Kamis malam (22/1/2026). (IDN Times/Istimewa)

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang meninjau lokasi, langsung berdialog dengan warga terdampak. Salah seorang warga Lingkungan Bugis, Sukma, berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan rumah warga yang rusak akibat terjangan ombak. Sekaligus menyiapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi permukiman warga di pesisir.

Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana dan terukur. Dia juga mengimbau warga tetap waspada mengingat BMKG memprediksi potensi hujan dan angin kencang hingga 26 Januari 2026. Iqbal menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Mataram untuk fokus menangani kondisi darurat yang dihadapi warga terdampak.

Dia menegaskan, penanganan awal perlu dilakukan secara cepat untuk mengurangi risiko dan dampak yang lebih luas. Dia menekankan pentingnya menyiapkan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Ke depan kita sudah sepakat untuk duduk bersama membahas penyelesaian jangka panjang,” ujar Iqbal.

3. Opsi relokasi warga

Rumah warga di Lingkungan Kampung Bugis Kelurahan Bintaro yang semakin menjorok ke laut akibat abrasi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurutnya, tanpa kebijakan jangka panjang yang komprehensif, persoalan abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir Kota Mataram tersebut akan terus terjadi. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah relokasi permanen, namun hal tersebut perlu dikaji secara matang.

Terutama terkait status kepemilikan tanah warga serta peran perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak. Dia juga menegaskan bahwa abrasi di kawasan Bintaro bersifat kronis dan telah berlangsung dalam waktu yang lama.

Sebagai langkah penanganan sementara, disepakati dilakukan gotong royong dengan pemasangan geobag di sekitar lokasi terdampak. “Itu hanya penyelesaian temporer atau jangka pendek. Yang lebih penting adalah mencari penyelesaian jangka panjang,” tegas eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.

Gubernur menambahkan, posko penanganan telah disiapkan oleh BPBD Kota Mataram, sementara Pemerintah Provinsi NTB siap memberikan dukungan tambahan, termasuk logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Tantangan utama justru setelah penanganan awal selesai, yakni perlunya duduk bersama secara serius untuk memikirkan dan merumuskan penyelesaian jangka panjang,” pungkasnya.

Editorial Team