Kegiatan clean up di Gunung Rinjani pada Desember 2024. (dok. TNGR)
BTNGR mencatat sebanyak 43,25 ton sampah yang dihasilkan dari aktivitas pendakian dan non pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada 2024.
Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani selama 2024 menghasilkan sampah sebanyak 40,8 ton lebih.
Sedangkan aktivitas non pendakian menghasilkan sampah sebanyak 2,44 ton lebih.
Sampah yang dihasilkan dari aktivitas pendakian dan non pendakian di Gunung Rinjani didominasi sampah anorganik berupa plastik, kaleng, botol kaca, botol plastik dan kertas atau tisu.
Dari 40,8 ton sampah yang dihasilkan dari aktivitas pendakian terdiri dari sampah organik 2,59 ton lebih dan anorganik sebanyak 38,21 ton lebih.
Untuk sampah anorganik sebanyak 38,21 ton terdiri dari plastik 20,48 ton, kaleng 3,7 ton, botol kaca 724,54 kg, botol plastik 5,32 ton, kertas atau tisu 7,97 ton.
Dari total sampah yang dihasilkan dari aktivitas pendakian, mayoritas merupakan pendaki cerdas. Sekitar 97,64 persen atau 39,84 ton sampah dari aktivitas pendakian dibawa turun oleh pendaki atau pack in pack out.
Sedangkan sebanyak 2,36 persen atau 964,3 kg dibuang sembarangan berdasarkan hasil clean up yang dilakukan BTNGR.
Sementara, aktivitas non pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani menghasilkan sampah sebanyak 2,44 ton pada 2024. Terdiri dari sampah organik 494,2 kg dan anorganik sebanyak 1,95 ton.
Dengan rincian, sampah anorganik sebanyak 1,95 ton terdiri dari plastik 938,3 kg, kaleng 80,3 kg, botol kaca 90,1 kg, botol plastik 745,8 kg, kertas atau tisu 98 kg.
Sampah yang dihasilkan dari aktivitas non pendakian Gunung Rinjani paling banyak di bulan September dan Oktober 2024. Masing-masing sebanyak 392 kg dan 402 kg.