Siswa SDN 34 Ampenan menerima MBG, Sabtu (14/2/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 21 dapur makan bergizi gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buntut kasus keracunan makanan MBG. Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengatakan 21 dapur MBG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di 9 kabupaten/kota di NTB.
"Update terakhir yang sudah dihentikan sementara operasionalnya 21 SPPG. Itu data yang dikeluarkan langsung oleh BGN dan kewenangan BGN untuk melakukan pemberian sanksi atas rekomendasi dari Satgas MBG Provinsi dan kabupaten/kota," kata Fathul di Mataram, Jumat (13/2/2026).
Fathul menegaskan pemberian sanksi kepada SPPG bermasalah sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjamin agar menu MBG yang didistribusikan sesuai ketentuan. Untuk itu, seluruh pengelola SPPG di NTB diwarning supaya jangan main-main.
"Intinya tidak usah main-main karena ini menyangkut makanan dan langsung dirasakan oleh penerima manfaat terutama peserta didik usia PAUD, TK, SD dan SMP. Ini generasi muda yang harus dilayani dengan baik dan disiapkan gizinya dengan baik. Jadi tidak usah main-main dalam hal ini," ujarnya mengingatkan.
Fathul menyebut jumlah SPPG di NTB sebanyak 706 yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dengan rincian 114 SPPG belum melayani, 592 SPPG aktif dan 21 SPPG yang berhenti beroperasi.
Adapun rincian 21 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya terdapat di Lombok Barat 1 SPPG, Lombok Tengah 1 SPPG, Lombok Timur 4 SPPG, Sumbawa 3 SPPG, Dompu 3 SPPG, Bima 4 SPPG, Sumbawa Barat 2 SPPG, Lombok Utara 2 SPPG dan Kota Mataram 1 SPPG.