Anggota DPRD dari PPP (IDN Times/Ruhaili)
DPRD Lombok Timur mengapresiasi beberapa capaian indikator pembangunan yang melampaui target sebagaimana dilaporkan dalam LKPJ 2024. Namun, mereka mempertanyakan efektivitas pencapaian tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, DPRD mendesak Bupati baru untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar perencanaan pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata.
“Jangan sampai ini hanya bagus di atas kertas, tapi masyarakat tidak merasakan hasilnya,” tegas Saepul Bahri, anggota DPRD dari PPP yang mewakili gabungan komisi.
Di sektor pertanian, kelangkaan pupuk masih menjadi masalah yang terus berulang. Perubahan kebijakan subsidi dari pemerintah pusat dinilai memperumit distribusi pupuk di daerah. DPRD meminta pemerintah daerah lebih sigap dalam mengatasi masalah ini agar petani tidak terus dirugikan.
Selain itu, kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi sorotan. PD Selaparang Energi dan PD Agro Selaparang tercatat terus mengalami kerugian sejak 2019. Alih-alih menjadi penggerak ekonomi daerah, kedua BUMD ini justru membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau terus merugi dan tidak ada perbaikan, lebih baik dibubarkan atau di-merger saja. Jangan sampai uang daerah terus terbuang tanpa ada manfaat bagi masyarakat,” ujar Saepul.