Banyak remaja terlihat baik-baik saja di luar: tetap bersekolah, tertawa bersama teman, aktif di media sosial. Namun di balik keseharian itu, ada pergulatan batin yang tidak pernah diucapkan. Luka emosional ini tidak selalu meledak dalam tangisan atau kemarahan, tetapi disimpan rapat dalam diam. Inilah yang dikenal sebagai silent struggle, yaitu perjuangan batin yang dijalani sendirian.
Silent struggle bukan karena remaja tidak ingin berbagi, melainkan karena mereka sering merasa tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita. Ketakutan akan penilaian, rasa bersalah, dan kebiasaan menekan emosi membuat banyak masalah tumbuh tanpa suara. Padahal, yang tidak terlihat sering kali justru paling berat.
Berikut penjelasan tentang silent struggle, yaitu masalah remaja yang tak pernah diceritakan.
