ilustrasi sapi (pexels.com/Victor Lundberg)
Ia juga membanggakan NTT yang meraih penghargaan Pin Swasembada Pangan dan masuk lima besar nasional untuk peningkatan produksi pangan. Hal itu selaras dengan produksi padi NTT naik signifikan 36,81 persen dibanding 2024, mendekati 1 juta ton gabah kering giling.
Sektor peternakan juga ikut tumbuh, kata dia, dengan adanya peningkatan populasi sapi dari 581.918 ekor pada 2023 menjadi 622.276 ekor pada 2025, atau naik sekitar 6,9 persen dalam dua tahun terakhir.
Melki menegaskan penguatan sektor pertanian, peternakan, kelautan (ekonomi biru), dan pariwisata menjadi tulang punggung strategi ekonomi daerah, termasuk melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.
Ia juga mengandalkan program One Village One Product (OVOP) pada 44 produk unggulan dan 190 UMKM dalam memperluas akses pasar pada masa kepemimpinannya. Ia juga membentuk NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai simpul pemasaran produk lokal.
Sementara di sisi perlindungan sosial, sebanyak 100 ribu pekerja rentan sektor informal mendapat jaminan sosial. Pemprov mengklaim skema ini sebagai yang terbesar di Indonesia untuk tingkat pemerintah daerah.