Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang Pria di Dompu Nekat Melecehkan Dua Perempuan Sekaligus
ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Dompu, IDN Times - Personel Polsek Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengamankan seorang pria inisial IM (25). Dia diduga melakukan pelecehan seksual dan percobaan pemerkosaan terhadap dua perempuan sekaligus.

"Terduga nekat melancarkan aksinya pada salah satu korban yang masih berstatus istri orang usai melakukan pelecehan terhadap korban lainnya yang berusia 25 tahun dengan cara mengajaknya untuk berhubungan badan," kata Kapolsek Hu'u, Aipda Sumaharto seperti dikutip dari ANTARA pada Selasa (20/12/2022).

1. Kedua korban berteriak minta tolong

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)

Terduga nekat melakukan percobaan perbuatan asusila pada korban, untungnya kedua korban berteriak meminta pertolongan. Awalnya, kata Kapolsek, terduga berjalan menghampiri IM yang tengah duduk di serambi rumahnya, lalu ia mengajak korban untuk berhubungan badan dengan kata-kata tak senonoh.

"Mendengar hal itu, korban lantas berteriak minta tolong, lalu seketika itu pelaku lari menuju korban ke dua, yang mana saat itu korban kedua dalam keadaan habis mandi," katanya.

2. Dipergoki warga

ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Aditya Pratama)

Tiba di rumah HJ (korban kedua, red) pelaku lantas menarik sarung yang dikenakan korban hingga nyaris telanjang, bahkan nekat menarik korban untuk berbuat hal memalukan.

"Sontak saja korban berteriak, minta tolong, hingga akhirnya warga pun berdatangan," jelas Kapolsek.

Mendapat informasi terkait kejadian, Kapolsek Hu'u kemudian memerintahkan Kanit Reskrim dan Kanit Provost untuk turun mengamankan terduga pelaku.

3. Terindikasi mengalami gangguan mental

gambar gangguan mental alodokter

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan di Mapolsek Hu'u, tambah Kapolsek, kini korban digelandang ke Mapolres untuk diproses lebih lanjut. Sebab, pelaku ada dugaan atau indikasi mengalami gangguan mental.

"Namun, untuk memastikan hal itu, perlu dilakukan tes medis dan yang terpenting, diamankan dulu," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team