Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Senang Datang ke NTB, Gubernur Sherly Akan Balik Menyelam di Trawangan
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi rebutan warga untuk berswafoto saat usai mengikuti peluncuran program BSPS wilayah NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara di Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Selasa (19/5/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda hadir di Lombok Barat mendampingi Mendagri dan Menteri Perumahan dalam peluncuran program BSPS se-NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara.
  • Sherly disambut antusias warga Desa Dasan Geria yang berebut berswafoto, serta menyampaikan rencana kembali ke NTB untuk menyelam di Gili Trawangan.
  • Rakor Forkopimda Regional Nusa Tenggara dan Maluku menekankan pentingnya soliditas pemerintah daerah menjaga stabilitas politik, keamanan, serta penguasaan ruang digital demi kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi pusat perhatian warga di Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dia mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau usulan Bedah Rumah BSPS dan Peluncuran BSPS se-NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara.

Hadir juga Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Kehadiran empat Gubernur itu bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–19 Mei 2026 di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat.

1. Gubernur Sherly jadi rebutan untuk berswafoto

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sejak turun dari mobilnya, Gubernur Sherly sudah menarik perhatian warga di Desa Dasan Geria. Masyarakat berebutan berswafoto dengan Sherly. Begitu juga saat selesai peluncuran program rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara, Sherly terus menjadi rebutan masyarakat untuk berswafoto.

Sherly mengaku senang datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dia mengatakan masyarakat NTB sangat ramah. "Masyarakatnya sangat ramah, senang berada di sini. Ini pertama kali saya datang ke sini," ungkapnya.

2. Bakal kembali datang ke NTB untuk menyelam di Gili Trawangan

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjadi rebutan warga untuk berswafoto saat usai mengikuti peluncuran program BSPS wilayah NTB, NTT, Maluku dan Maluku Utara di Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Lombok Barat, Selasa (19/5/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dalam kunjungan kali ini, Sherly mengatakan tidak akan sempat liburan ke Gili Trawangan. Dia merencanakan akan kembali ke NTB untuk melakukan snorkeling di kawasan Gili Trawangan.

"Dan harus kembali lagi. Saya nanti akan balik nyelam di Gili Trawangan," kata dia.

Saat meninjau rumah salah satu warga yang mendapatkan program BSPS di Desa Dasan Geria, Sherly sempat berbincang-bincang dengan warga dan fasilitator program BSPS. Dia berharap pembangunan rumah warga bisa berjalan lancar dan masyarakat penerima manfaat memiliki rumah yang lebih nyaman untuk ditempati.

3. Rakor Forkopimda regional Nusa Tenggara dan Maluku

Rakor Forkopimda regional Nusa Tenggara dan Maluku. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelum peluncuran program BSPS, dilaksanakan rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Nusa Tenggara dan Maluku di Hotel Merumatta Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (19/5/2026). Acara itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya soliditas Forkopimda dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Djamari mengatakan pemerintah pusat dan daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dampak geopolitik dunia terhadap kondisi nasional.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari dampak krisis. “Kita berpikir dan bekerja keras dari tingkat pusat sampai ke daerah untuk kepentingan rakyat. Situasi global saat ini sangat mengkhawatirkan dan tidak ada satu pun negara yang tidak terdampak. Tetapi pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat tidak merasakan kesulitan itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan sejumlah program prioritas pemerintah yang tetap berjalan, seperti pembangunan rumah rakyat, koperasi merah putih, hingga penguatan sektor pertahanan. Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Djamari menegaskan bahwa pemerintahan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi seluruh unsur Forkopimda. Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan daerah menjaga kekompakan dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Satu daerah tidak mungkin berjalan baik kalau tidak bersama-sama semua unsur yang ada di daerah. Tidak ada pilihan lain selain bekerja bersama-sama. Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan para pemimpin daerah untuk berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi di ruang publik, mengingat masyarakat saat ini semakin kritis dan cepat merespons berbagai isu. “Jangan sampai ucapan, perilaku, dan sikap para pemimpin melukai hati rakyat. Rakyat membutuhkan kita bekerja keras untuk kepentingan mereka,” katanya.

Djamari menyoroti pentingnya penguasaan ruang digital oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah harus aktif menyampaikan informasi yang cepat dan akurat agar ruang publik tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan.

“Medan kita sekarang sudah berubah ke media digital. Berikan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Kalau masyarakat kekurangan informasi, maka ruang itu akan diisi oleh informasi yang salah dan menyesatkan,” ujarnya.

Dia meminta kepala daerah dan unsur Forkopimda responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat guna mencegah konflik sosial maupun aksi massa. “Kalau ada keresahan di masyarakat, datangi dan selesaikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut, masyarakat menunggu kehadiran kita,” kata dia.

Editorial Team