Lombok Timur, IDN Times – Isu mengenai pengadaan sepatu siswa oleh Kementerian Sosial (Kemensos) seharga Rp700 ribu per pasang kini tengah menjadi sorotan publik. Kabar tersebut memicu perbincangan hangat lantaran angka tersebut dinilai tidak wajar untuk pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa. Namun, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur mengaku justru belum menerima bantuan yang dimaksud.
Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu kepastian terkait distribusi perlengkapan tersebut dari pemerintah pusat. Pihak manajemen sekolah menjelaskan bahwa barang yang sedang ramai diperbincangkan di media tersebut memang belum sampai ke tangan mereka. Karena kebutuhan yang dinilai cukup mendesak, pihak sekolah kemudian melakukan pengadaan mandiri sepatu para siswa dengan harga Rp200 ribu sepasang.
