Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sapi Peternak Desa Tirtanadi Lotim Dipilih Jadi Kurban Presiden
Suhirman saat merawat sapi kurban pilihan untuk Presiden RI (IDN TIMES/Ruhaili)
  • Sapi milik Suhirman, peternak asal Desa Tirtanadi Lombok Timur, kembali terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026, menandai kepercayaan kelima kalinya.
  • Proses seleksi dilakukan ketat dengan pemeriksaan kesehatan, pengambilan sampel darah, dan penimbangan langsung; sapi jenis Simental Cross tersebut memiliki bobot mencapai 952,5 kilogram.
  • Sapi kurban Presiden dibeli seharga Rp80 juta setelah dipelihara dua setengah tahun, meningkat dari harga awal Rp20 juta berkat perawatan intensif yang memenuhi standar kualitas nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada peternak namanya Pak Suhirman dari Desa Tirtanadi di Lombok Timur. Sapi besar miliknya dipilih lagi jadi hewan kurban Presiden Prabowo saat Iduladha tahun 2026. Ini sudah kelima kalinya sapi dia terpilih. Sapinya gemuk sekali, beratnya hampir satu ton. Harganya delapan puluh juta rupiah dan sehat banget katanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times– Menjadi pemasok sapi kurban Presiden RI bukan perkara mudah bagi peternak daerah. Selain harus memenuhi standar kesehatan dan bobot tertentu, proses seleksinya juga melibatkan pemeriksaan langsung dari tim pusat hingga pengambilan sampel darah hewan ternak.

Kepercayaan itu kembali diraih seorang peternak asal Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Untuk kelima kalinya, sapi milik peternak dari Desa Tirtanadi dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI pada perayaan Iduladha tahun ini.

Sapi milik peternak asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada perayaan Hari Raya Iduladha 2026. Sapi tersebut berjenis Simental Cross atau yang kerap disebut sapi metal dengan bobot mencapai 9,52 kuintal.

1. Lima kali menyediakan sapi kurban presiden

Sapi simintal berbobot 952,5 kilogram yang dipilih jadi sapi kurban Presiden (IDN Timses/Ruhaili

Dipilihnya sapi milik Suhirman itu bukan kali pertama. Penunjukan tersebut tercatat sebagai yang kelima kalinya dirinya dipercaya menyediakan sapi kurban untuk Presiden RI, baik melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung.

Proses seleksi yang ketat, meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan kunjungan langsung tim dari pusat untuk mengambil sampel darah, telah dilalui sebelum sapi-sapi tersebut ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden. "Alhamdulillah bersyukur sekali kembali dipilih dan dipercaya menyediakan sapi kurban untuk Presiden,"ujar, Suhirman Selasa (12/5/26).

2. Memiliki bobot di atas rata-rata

Suhirman saat merawat sapi kurban pilihan untuk Presiden RI (IDN TIMES/Ruhaili)

Menurut Suhirman, sapi yang dipilih memiliki bobot di atas rata-rata. Berdasarkan hasil penimbangan terakhir, salah satu sapi miliknya memiliki berat mencapai 952,5 kilogram, sedangkan rata-rata bobot sapi lainnya berada di kisaran 830 kilogram.

Penimbangan tersebut sempat dilakukan di Pasar Masbagik untuk memastikan akurasi timbangan. Suhirman mengatakan proses seleksi tidak hanya dilakukan melalui pengiriman foto, tetapi juga pengawasan langsung dari tim pusat.

“Penunjukan kali ini dilakukan secara langsung melalui koordinasi dengan dinas terkait setelah adanya komunikasi dari Sekretariat Negara,” ungkapnya.

3. Dibeli dengan harga Rp80 juta

Suhirman saat memberikan koalksn$_

Untuk satu ekor sapi yang memenuhi standar kurban Presiden, harga yang disepakati mencapai Rp80 juta. Suhirman menjelaskan sapi tersebut telah dipelihara selama kurang lebih dua setengah tahun. Dengan perawatan intensif, kualitas dan bobot sapi meningkat signifikan hingga memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Saat pertama dibeli, harganya sekitar Rp20 juta per ekor,” katanya.

Dibandingkan harga jual di pasar umum, menurut Suhirman, sapi dengan bobot serupa biasanya dijual di kisaran Rp60 juta per ekor. Namun, standar kualitas, kesehatan, dan bobot yang dipersyaratkan untuk kurban Presiden membuat nilai jual sapi tersebut lebih tinggi.

“Harapannya semoga bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Suhirman.

Editorial Team