Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260219-WA0059.jpg
Bale Beleq Timuk Orong, Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang terbakar, Kamis (19/2/2026). (dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Angin kencang mempercepat kobaran api dan merembet, menghanguskan rumah warga di sekitar.

  • Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat bekerja sama memadamkan api.

  • Kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp800 juta untuk rumah adat dan Rp350 juta untuk rumah warga.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Utara, IDN Times - Peristiwa kebakaran melanda Bale Beleq Timuk Orong dan satu unit rumah warga di Dusun Bayan Timur, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Bale Beleq Timuk Orong merupakan salah satu bangunan adat bersejarah yang berada di kawasan budaya Desa Bayan. Saat kejadian, R. Kertamono (68), selaku Penghulu Adat Timuk Orong, sedang berada di area berugak kampu. Dia melihat kobaran api muncul dari bagian atap rumah adat tersebut dan segera memberitahukan warga sekitar.

1. Angin kencang menyebabkan kobaran api cepat membesar dan merembet

Warga bergotong royong bersama aparat melakukan penanganan kebakaran di Bale Beleq Timuk Orong, Desa Bayan, Kamis (19/2/2026). (dok. Istimewa)

Warga yang berada di lokasi dengan sigap berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Bayan.

Namun, tiupan angin yang cukup kencang mengarah ke timur menyebabkan api cepat membesar dan merembet hingga menghanguskan satu unit rumah milik Raden Saparwadi (50) yang berada di sebelah selatan bale adat.

Sekitar pukul 14.00 WITA, Tim Damkar Kecamatan Bayan tiba di lokasi. Meski sempat terkendala akses jalan yang sempit, proses pemadaman terus dilakukan. Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, masyarakat setempat bersama personel Damkar dan anggota Polsek Bayan bahu membahu memadamkan kobaran api hingga akhirnya sekitar pukul 15.00 WITA api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

2. Tidak ada korban jiwa

Warga bergotong royong bersama aparat melakukan penanganan kebakaran di Bale Beleq Timuk Orong, Desa Bayan, Kamis (19/2/2026). (dok. Istimewa)

Kapolsek Bayan Polres Lombok Utara Iptu I Wayan Ciptanaya mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Aparat kepolisian bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di lokasi.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata dia.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik. Pihak kepolisian telah mendatangi dan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut.

3. Kerugian akibat kebakaran rumah adat ditaksir Rp800 juta

Warga bergotong royong bersama aparat melakukan penanganan kebakaran di Bale Beleq Timuk Orong, Desa Bayan, Kamis (19/2/2026). (dok. Istimewa)

Dia menyebut akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta untuk kebakaran rumah adat Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya. Sedangkan untuk kebakaran rumah milik Raden Saparwadi diperkirakan sekitar Rp350 juta.

"Seluruh rangkaian penanganan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat Bayan yang bersama aparat terkait sigap menghadapi musibah," tandasnya.

Editorial Team