Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RSUD NTB Sukses Mengoperasi Dua Pasien Penyakit Jantung
Ilustrasi operasi penyakit jantung. (dok. Kementerian Kesehatan)

Mataram, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil melakukan operasi jantung dua pasien pada pertengahan Desember lalu. Pasien ini berada dalam kondisi baik hingga kini diperbolehkan pulang. 

Masih ada 9 pasien lagi yang antre menunggu jadwal operasi jantung di RSUD Provinsi NTB di mana biayanya ditaksir di angka Rp125 juta. 

"Dua pasien sudah berhasil dioperasi, kondisinya baik dan sudah bisa pulang. Tinggal 9 pasien yang menunggu jadwal operasi," kata Direktur RSUD NTB Lalu Herman Mahaputra, Selasa (27/12/2022).

1. Biaya operasi Rp125 juta ditanggung BPJS

ilustrasi BPJS Kesehatan (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Herman mengatakan, pasien operasi jantung membutuhkan waktu pemulihan lebih dari seminggu. Selama proses observasi, pasien ini dianggap kondisinya berangsur membaik sehingga diizinkan pulang. 

Biaya operasi jantung sebesar Rp125 juta per orang. Pembiayaan operasi pasien terindikasi coronary artery bypass graft (CABG) mempergunakan BPJS Kesehatan. 

"Biaya operasi jantung sekitar Rp125 juta. Makanya hadir juga BPJS dengan harapan nanti kita bersurat ke BPJS. Supaya pasien-pasien terindikasi CABG bisa ditanggung BPJS," tuturnya.

2. RSUD NTB akan dijadikan tempat operasi canggih

Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

RSUD NTB nantinya akan membuka layanan untuk operasi penyakit stroke dengan melibatkan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). RSUD Provinsi NTB akan kita jadikan tempat untuk operasi canggih," tandasnya.

Operasi jantung terbuka di RSUD NTB dilakukan dengan supervisi dari dokter spesialis jantung dari RS Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta sebagai pengampu layanan jantung di Indonesia.

Operasi jantung terbuka adalah operasi jantung yang menggunakan heart lung machine.
Operasi dilakukan dengan menjadikan fungsi jantung dan fungsi paru diambil alih oleh mesin. Prosesnya dilakukan dengan membuka dada pasien untuk memasangkan saluran-saluran dari mesin ke jantung.

3. Sebanyak 10.000-15.000 pasien penyakit jantung per tahun

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sejumlah penelitian menunjukkan, pasien penyakit jantung dialami laki-laki rentang usia 55-65 tahun dengan persentase 52,5 persen. 

Faktor utamanya adalah hipertensi dan merokok. 

Berdasarkan data RSUD Provinsi NTB, kunjungan Poli Jantung sebanyak 10.000-15.000 pasien per tahun. Dari jumlah tersebut, pasien yang harus dirawat akibat masalah jantung mencapai 900-1.300 orang per tahun.

Pasien yang memerlukan tindakan intervensi pemasangan ring jantung akibat serangan jantung akut mencapai 500 kasus per tahun di RSUD Provinsi NTB. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 pasien harus dirujuk ke luar daerah NTB untuk dilakukan tindakan operasi jantung bypass koroner per tahun.

Editorial Team