Kawasan hutan lindung Sekaroh di tanami jagung (IDN Times/Istimewa)
Kepala Desa Sekaroh, Mansyur mengatakan, bagi warga Sekaroh, tanaman jagung adalah pilihan utama, sebab bisa mendatangkan penghasilan yang cukup. Jika digantikan dengan tanaman lainnya, dikhawatirkan tidak bisa menghasilkan pendapatan.
Dijelaskan Mansyur, persoalan status lahan hutan lindung saat ini menimbulkan pro dan kontra. Ratusan kepala keluarga yang telah menggarap lahan hutan berharap melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), status lahan dapat diubah menjadi hutan sosial atau hutan produksi yang memungkinkan warga mendapatkan hak milik sesuai Undang-Undang Agraria.
“Sudah puluhan tahun warga mengelola lahan ini, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun. Kami berharap pengelolaan ini bisa dilegalkan,” jelas Mansyur.
Mansyur mengatakan bahwa produksi jagung di wilayah Sekaroh cukup tinggi dengan total luas lahan mencapai 4.000 hektare. Per hektare bisa memproduksi 8-11 ton jagung, sehingga bisa mencapai produksi 24.000 sampai 44.000 ton jagung.
"Dengan jumlah produksi sebesar itu, kita berharap Sekaroh bisa jadi lumbung pangan," ucapnya.