Pusaran Arus Balikkan KM Feronia, Dive Master Diduga Terjebak di Toilet

Dive master Veronica Beatrix Jessica masih dicari setelah diduga terjebak di toilet terkunci saat KM Feronia terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, Labuan Bajo.
KM Feronia membawa 30 orang, dengan 29 selamat dan tiga wisatawan asing terluka. Polisi menduga konstruksi kapal kurang stabil menghadapi pusaran arus bawah laut.
Polres Manggarai Barat menyelidiki kemungkinan kelalaian dengan memeriksa nakhoda dan ABK. Tim SAR gabungan mengerahkan 63 personel untuk penyisiran dan penyelaman.
Kupang, IDN Times - Veronica Beatrix Jessica (23), seorang dive master atau pemandu selam yang menjadi korban tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dalam pencarian. Veronica diduga terjebak di dalam toilet kapal saat KM Feronia terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, Selasa (13/10/2026).
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengumpulan keterangan, Veronica berada di toilet sisi kiri kapal ketika insiden terjadi. Korban diduga tidak sempat menyelamatkan saat kapal tenggelam.
“Saat kapal mendadak terbalik ke sisi kiri akibat terhempas pusaran arus, korban berada di toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Korban tidak sempat ke luar dan diduga kuat ikut tenggelam bersama lambung kapal. Karena itu, penyelaman ke bangkai kapal menjadi prioritas,” kata Leonardo dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
1. Konstruksi kapal yang tidak stabil dan jumlah korban

Tim SAR Gabungan dalam pencarian korban tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo. (Dok Basarnas Maumere) Polisi menduga konstruksi kapal yang memiliki lambung relatif kecil dan pendek serta kabin atas yang tinggi turut memengaruhi stabilitas kapal saat menghadapi arus laut kuat. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
KM Feronia dilaporkan memasuki pusaran arus sekitar pukul 14.30 WITA setelah berlayar dari perairan Manta Point menuju Tatawa Besar pada pukul 14.00 WITA. Kapal yang melaju dengan kecepatan sekitar 10 knot itu mendadak berubah arah dan kehilangan kendali sebelum terbalik ke sisi kiri lalu tenggelam.
Kapal wisata berukuran 51 gross tonnage (GT) tersebut mengangkut 30 orang, terdiri dari lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang.
Saat kapal terbalik, penumpang dan awak kapal berhamburan ke laut. Sebagian di antaranya menggunakan liferaft atau rakit penyelamat untuk membantu proses evakuasi. Sebanyak 29 orang berhasil selamat, sedangkan Veronica masih dinyatakan hilang.
Dari para korban selamat, tiga wisatawan asing mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis di rumah sakit. Mereka adalah William Barnet yang mengalami luka di kepala, Teagans Monks dengan luka di kaki, serta Yannick Wassmer yang mengalami lecet pada kaki.
2. Polisi periksa nakhoda dan ABK

Anggota Polairud turut serta dalam pencarian Kon tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo. (Dok Polres Manggarai Barat) Polres Manggarai Barat telah menerbitkan Laporan Polisi Model A untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya KM Feronia, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam mengantisipasi kondisi arus laut.
Penyidik telah memeriksa nakhoda kapal, Isran, Kepala Kamar Mesin (KKM) Irwandi, serta tiga ABK lainnya. Polisi juga berencana meminta keterangan dari agen pelayaran dan pemilik kapal.
Akibat insiden tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
3. Tim SAR melakukan proses pencarian korban

Tim SAR Gabungan dalam pencarian korban tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo. (Dok Basarnas Maumere) Sementara itu, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Veronica pada Rabu (14/10/2026) dengan mengerahkan 63 personel. Operasi ini melibatkan Basarnas, Polairud, TNI AL, KSOP Labuan Bajo, serta Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan merencanakan penyelaman untuk mencari korban.
“Pada hari kedua ini, Tim SAR Gabungan merencanakan penyisiran di sekitar lokasi kejadian sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga merencanakan penyelaman untuk mendukung upaya pencarian terhadap satu orang yang masih dalam pencarian,” ujar Fathur.
Operasi pencarian diawali dengan pengarahan serta persiapan personel dan peralatan pada pukul 06.00 WITA. Sekitar pukul 07.00 WITA, tim bergerak menuju lokasi menggunakan sejumlah armada laut.
Armada yang dikerahkan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Manggarai Barat, Rigid Buoyancy Boat (RBB) Lanal Labuan Bajo, RBB KSOP Labuan Bajo, Sea Rider KP Bima milik Polair Baharkam Polri, KP Mengkudu milik Polres Manggarai Barat, serta Speedboat Waikiko 1, Waikiko 2, dan Elrora.
Tim SAR memprioritaskan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dan penyelaman ke bangkai KM Feronia untuk menemukan Veronica.




















