Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi awan tebal di Lombok Barat.
Ilustrasi awan tebal di Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Potensi hujan kembali meningkat pada dasarian II Januari atau 10-20 Januari 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). BMKG Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan terdapat 19 kecamatan yang berpotensi dilanda curah hujan tinggi pada level waspada dan siaga dalam 10 hari ke depan.

"Saat ini, wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya. Meskipun terdapat pengurangan curah hujan beberapa waktu ke belakang, masyarakat tetap harus mewaspadai potensi curah hujan di dasarian mendatang pada periode puncak musim hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo di Mataram, Sabtu (10/1/2026).

1. Peluang curah hujan dengan intensitas 50-100 milimeter pada dasarian II Januari

Wilayah yang berpotensi dilanda curah hujan tinggi di NTB dalam 10 hari ke depan. (dok. BMKG)

Dia menjelaskan pada dasarian II Januari 2026 (11 – 20 Januari), terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas di atas 50 mm/dasarian sebesar 70-90 persen yang terjadi di seluruh Pulau Lombok, Sumbawa Barat, Sumbawa dan Bima.

Kemudian, terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas di atas 100 mm/dasarian sebesar 60 - 90 persen yang terjadi di Labuhan Badas, Tambora, Pekat dan Sanggar di Pulau Sumbawa. Sedangkan peluang terjadi hujan dengan sebesar 50 - 70 persen dengan intensitas di atas 100 mm/dasarian berpeluang terjadi di wilayah Lombok bagian Utara dan Lombok bagian Selatan.

2. Daftar 19 kecamatan yang berpotensi dilanda curah hujan tinggi level waspada dan siaga

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Dompu, Rabu (7/1/2026). (dok. BPBD NTB)

Berdasarkan monitoring, analisis, dan prediksi curah hujan dasarian, kata Nuga, terdapat indikasi curah hujan tinggi dengan level waspada dan siaga. Terdapat 17 kecamatan di NTB yang masuk level waspada dan 2 kecamatan level siaga.

Adapun wilayah yang masuk level waspada curah hujan tinggi dalam 10 hari ke depan, yakni Kecamatan Kayangan dan Bayan di Lombok Utara. Kemudian Kecamatan Narmada di Lombok Barat, Kecamatan Praya, Kopang, Pringgarata, Batukliang dan Batukliang Utara di Lombok Tengah.

Selanjutnya, Kecamatan Aikmel, Masbagik, Montong Gading, Pringgasela, Sambelia, Sembalun dan Wanasaba di Lombok Timur. Selain itu, Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa dan Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Sementara, dua kecamatan yang masuk level siaga yaitu Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.

3. Waspada hujan ekstrem dan angin kencang

Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Dompu. (dok. BPBD NTB)

Pihaknya mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungan dan debit di wilayah aliran air. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Nuga menjelaskan pada dasarian I Januari 2026 (1-10 Januari), curah hujan di seluruh wilayah NTB secara umum bervariasi dari kategori rendah 0 - 50 mm/dasarian hingga sangat tinggi di atas 300 mm/dasarian. Curah hujan tertinggi di pos hujan Donggo O’o, Kabupaten Bima sebesar 378 mm/dasarian.

Pada dasarian II Januari 2026, aliran massa udara sudah mulai didominasi angin baratan. Sistem tekanan rendah terlihat di perairan barat Sumatera, perairan selatan Jawa dan perairan utara Kalimantan. Pola tekanan rendah diprediksi di perairan Barat Sumatera dan Kalimantan bagian Utara.

Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia didominasi dengan kondisi Normal termasuk di perairan sekitar NTB. Secara spasial, gelombang-gelombang atmosfer diprediksi aktif di wilayah Indonesia hingga dasarian II Januari 2026.

Editorial Team