Mataram, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengaku prihatin terkait kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada awal 2026 ini. Tercatat dua kasus keracunan MBG pada Januari dan Februari 2026, dengan jumlah siswa SD/MI yang menjadi korban sebanyak 67 orang.
Sebanyak 38 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, diduga keracunan susu MBG kedaluwarsa, Sabtu (17/1/2026). Kemudian pada Rabu (11/2/2026), sebanyak 29 siswa SDN 2 Malaka dan SDN 4 Malaka, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, keracunan makanan MBG basi.
"Kita merasa simpati terkait dua kejadian itu dan prihatin. Kami mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban. Namun komitmen kami ke depan lebih baik lagi sebagai bahan evaluasi supaya bagaimana pelaksanaan di masing-masing SPPG lebih baik lagi," kata Kepala BGN Regional NTB Eko Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTB, Jumat (13/2/2026) sore.
