Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menu MBG di SDN 129 Palembang (IDN Times)
Ilustrasi menu MBG (IDN Times)

Lombok Timur, IDN Times – Puluhan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Suela dilaporkan mengalami diare massal setelah menyantap menu yang didistribusikan pada Senin (26/1/26). Keluhan tersebut awalnya dialami oleh guru dan siswa di sejumlah sekolah sejak Senin (26/1/2026). Dugaan sementara penyebab diare karena makanan yang tidak sehat.

“Bukan hanya guru, anak-anak juga mengalami hal yang sama. Untuk siswa MI ada yang mencret (diare). Sementara untuk siswa MTs, saya belum tahu pasti,” ujar salah seorang guru di Kecamatan Suela, Fihirudin.

1. Perubahan menu

Ilustrasi menu MBG (IDN Times)

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lotim-Ketangga, Umar Aderisto, membenarkan adanya laporan puluhan siswa dan guru yang mengalami sakit perut dan diare. Namun ia menegaskan bahwa menu MBG yang disalurkan tidak dalam kondisi basi dan masih layak konsumsi. Menu yang diberikan berbentuk kuah. Tapi menurut keterangan ahli gizi, bisa jadi penyesuaian menu dengan kondisi tubuh penerima tidak cocok, apalagi saat musim hujan,.

Ia mengakui akibat kejadian tersebut banyak penerima manfaat mengalami sakit perut dan diare. Meski demikian, ia memastikan tidak ada siswa maupun guru yang sampai dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tidak ada yang dirawat di Puskesmas. Kami juga belum bisa memastikan apakah keluhan ini murni karena menu MBG atau dipengaruhi oleh makanan lain yang dikonsumsi,” ujarnya.

2. Terima keluhan dari 4 sekolah

Pembagian menu MBG di SD Negeri 060843 Medan (dok.istimewa)

Umar menambahkan, hingga saat ini keluhan baru dilaporkan berasal dari empat sekolah. Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah siswa dan guru yang terdampak.

“Untuk jumlah pastinya kami belum tahu. Yang jelas, keluhan datang dari empat sekolah dan mayoritas dialami oleh anak-anak,” katanya.

3. Belum bisa dipastikan penyebab diare

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Farurrozi(IDN Times/Ruhaili)

Kepala Dinas Kesehatan, Lombok Timur, Lalu ​Aries Fahrurrozi menjelaskan laporan terkait masalah kesehatan ini baru saja masuk ke meja Dinas Kesehatan setelah distribusi paket gizi dilakukan oleh SPPG. Fokus utama pihaknya saat ini pada pendataan klinis korban dan pemeriksaan sampel di lapangan. Pihaknya sedang mengkaji berbagai kemungkinan lain yang bisa saja menjadi penyebab munculnya gejala mencret pada warga.

"Kita belum bisa memastikan penyebab diare, sebab kita tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil uji laboratorium keluar. Bisa saja karena virus dan sebagainya, apalagi cuaca yang tak menentu saat ini," lanjutnya.

​Untuk menangani kasus ini, pihaknya telah menerjunkan Tim Ahli yang ditugaskan untuk mengumpulkan data epidemiologi secara menyeluruh di lokasi terdampak. Langkah investigatif ini diambil guna memastikan apakah kasus ini murni akibat makanan atau faktor imunitas tubuh masyarakat yang sedang menurun.

​"Mohon bersabar, kami masih mendalami semua variabel penyebabnya," pungkasnya.

Editorial Team