Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menindak tegas preman berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) yang meresahkan dan menghambat pembangunan di daerah.

Kapolresta Mataram Komisaris Pol Ariefaldi Warganegara menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam memberantas preman berkedok ormas yang meresahkan di wilayahnya.

Sebelumnya, Polresta Mataram mendapatkan arahan terkait langkah pencegahan dan penindakan terhadap preman berkedok ormas yang marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

1. Banyak pemerasan terhadap investor

ilustrasi pemerasan (https://unsplash.com/@giorgiotrovato)

Ariefaldi menegaskan pemberantasan preman berkedok ormas menjadi prioritas. Karena banyaknya laporan mengenai tindakan pemerasan terhadap investor dengan menggunakan nama organisasi tertentu.

Jika tidak ditindak secara tegas, kata Ariefaldi, hal ini dapat menghambat laju pembangunan daerah dan menciptakan rasa tidak aman di masyarakat.

"Saat ini banyak terjadi pemerasan terhadap investor yang dilakukan oleh oknum preman mengatasnamakan Ormas. Jika dibiarkan, ini akan berdampak buruk pada pembangunan daerah dan menciptakan keresahan di masyarakat," kata Ariefaldi di Mataram, Sabtu (15/3/2025).

2. Penegakan hukum secara tegas

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Dia mengatakan polisi akan mengambil langkah tegas dan terukur melalui pendekatan preemtif, preventif, hingga represif dalam menangani permasalahan ini.

Kerja sama lintas satuan di tubuh Polri akan ditingkatkan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan mendukung iklim investasi yang sehat di Kota Mataram dan sekitarnya.

"Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi antar satuan di kepolisian. Langkah preventif dan penegakan hukum secara tegas akan kami lakukan untuk memastikan keamanan dan mendukung pembangunan daerah berjalan lancar," tegasnya.

3. Masyarakat diminta melapor

Ilustrasi palu rapat. (pexels.com/Sora Shimazaki)

Ariefaldi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan pihak kepolisian. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau tindak pemerasan yang dilakukan oknum tertentu, masyarakat diimbau segera melapor ke Polresta Mataram agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

"Dengan langkah tegas ini, Polresta Mataram menegaskan komitmennya dalam menjaga Harkamtibmas serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan investor di wilayah Kota Mataram," tandasnya.

Editorial Team