RS Bhayangkara Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Setelah melacak identitas kendaraan, Tim Puma mendatangi lokasi rumah sesuai data kendaraan tersebut untuk melakukan pengecekan. Dengan didampingi Kepala Lingkungan Monjok Timur, tim berhasil menemukan kendaraan yang dicurigai berwarna putih.
Setelah menemui seseorang yang diduga sebagai pelaku, tim melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut. Pada bagasi belakang kendaraan, masih ditemukan bercak darah. Bercak darah inilah yang kemudian dicurigai sebagai sisa atau bekas perbuatan pelaku pada saat membawa korban sebelum dibuang dan dibakar.
"Atas temuan tersebut dan interogasi awal terhadap terduga pelaku, dia mengakui bahwa dialah yang melakukan perbuatan tersebut. Dialah yang membunuh, membawa korban lalu membuang dan membakar korban di TKP penemuan jenazah," kata dia.
Setelah itu, pelaku dibawa ke Mapolda NTB untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, RS Bhayangkara menerima jenazah korban pada Minggu (25/1/2026) pukul 21.50 WITA. Di mana kondisi jenazah sudah hangus terbakar.
Selanjutnya, pada Senin (26/1/2026), RS Bhayangkara Mataram bersama dokter ahli forensik melakukan kegiatan autopsi jenazah dalam kondisi hangus terbakar grade 4 yang sudah sulit untuk dikenali.
Dari hasil pemeriksaan, dokter forensik menginventarisir properti-properti sebagai identifikasi yang melekat pada tubuh korban dan temuan pada jenazah tersebut. Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa jenis kelamin korban adalah perempuan ditandai dengan ditemukannya pakaian bra, dalaman jilbab, sisa karet celana dalam warna krem.
Dokter forensik juga menemukan kalung warna kuning keemasan dengan liontin berbentuk hati warna biru. Dari kondisi fisik jenazah korban, ditemukan luka patah pada paha kiri atas, dan kekerasan benda tumpul pada kepala sisi depan, belakang dan samping sebelah kiri.
Ada pun motif pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap ibu kandungnya karena sakit hati. Dia sakit hati karena tidak diberikan uang oleh ibunya. Pelaku meminta uang sejumlah Rp39 juta untuk membayar utang. Polisi masih mendalami motif lain pelaku yang berprofesi sebagai driver kendaraan online itu tega membunuh dan membakar ibu kandungnya.