Pelaksanaan program makan bergizi gratis di SMPN 8 Mataram, Senin (13/1/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi NTB mencatat sebanyak 1,65 juta warga telah dijangkau program MBG hingga akhir 2025. Penerima manfaat mencakup seluruh spektrum sasaran strategis, mulai dari anak usia dini hingga kelompok rentan.
Dengan rincian Balita 153.788 jiwa, PAUD, RA, dan TK lebih dari 213 ribu anak, SD, MI, SMP, MTs lebih dari 960 ribu peserta didik, SMA/SMK/MA lebih dari 238 ribu peserta didik, SLB: 2.242, Ponpes: 5.095, PKBM 3 348, Ibu Hamil (Bumil) 25.423 jiwa, Ibu Menyusui (Busui): 58.233 jiwa, Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kader Posyandu lebih dari 29 ribu orang.
Program MBG di NTB tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga memperkuat perlindungan gizi kelompok 3B (Balita, Bumil, Busui) yang menjadi kunci pencegahan stunting dan malnutrisi jangka panjang.
Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi di NTB hingga 31 Desember 2025vebanyak 601 SPPG. Berdasarkan jenis pengelola, SPPG di NTB terdiri dari 552 SPPG mitra masyarakat/swasta, 5 SPPG Pondok Pesantren, 3 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU.
Program MBG di NTB menyerap sebanyak 25.982 tenaga kerja. Mereka terlibat langsung dalam operasional SPPG. Terdiri dari Kepala SPPG dan Ploting Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan, Koordinator Lapangan dan Kepala Juru Masak, Juru Masak, Petugas Porsi, dan Petugas Persiapan, pengemudi distribusi dan petugas operasional, kebersihan, dan keamanan
Hingga 31 Desember 2025, program MBG di NTB didukung oleh 2.134 supplier, yang terdiri dari 78 koperasi, 11 BUMDes, 1.129 UMKM, dan 916 supplier lainnya. Keterlibatan supplier lokal ini, memperkuat rantai pasok pangan berbasis daerah, memastikan bahwa bahan pangan MBG bersumber dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM NTB, sekaligus menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan baku.