Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto jasad korban saat disemayamkan di rumah duka di Desa Lere Kecamatan Parado (Dok/Istimewa)
Foto jasad korban saat disemayamkan di rumah duka di Desa Lere Kecamatan Parado (Dok/Istimewa)

Bima, IDN Times - Nasib pilu menimpa petani jagung bernama Kasmir Abdul Haris di Desa Parado Lere, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemuda usia 26 tahun ini tewas tersetrum aliran listrik perangkap babi yang ia pasang sendiri di lahan jagung miliknya.

"Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi pegang kabel beraliran listrik dari perangkap babi yang ia pasang sendiri di lahan jagung miliknya tadi pagi," kata Kepala Desa (Kades) Lere, Dahlan AR dikonfirmasi, Kamis malam (27/2/2025).

1. Pamit pergi pasang perangkap babi

Foto saat olah TKP (Dok/Istimewa)

Kades menjelaskan, kejadian nahas ini bermula ketika korban pamit seorang diri pergi pasang perangkap babi beraliran listrik di lahan jagung miliknya sekitar perkampungan Desa Lere, Rabu sore (26/2/2025) kemarin. 

Namun hingga Rabu malam, korban tak kunjung pulang kembali ke rumahnya. Keadaan itu membuat keluarga khawatir, sehingga mereka bergegas mencari korban pada malam itu juga.

"Tapi pencarian oleh pihak keluarga pada malam itu korban belum ditemukan," bebernya.

2. Korban ditemukan meninggal

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Selanjutnya, pencarian dilanjutkan Kamis pagi dengan memperluas lokasi pencarian. Tidak lama setelah dicari, korban akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memegang kabel beraliran listrik dari perangkap babi yang ia pasang sendiri.

"Pencarian tadi pagi diumumkan, jadi hampir semua masyarakat Lere ikut mencari, hingga akhirnya jasad korban ditemukan," jelas dia.

Selanjutnya, jasad korban lalu dievakuasi ke rumah duka di RT 07 Desa Lere. Setelah disemayamkan, jenazah korban kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

"Jenazah korban dimakamkan sekitar pukul 13.00 Wita di TPU Desa Lere," ujarnya.

3. Tiap tahun menelan korban jiwa

ilustrasi kabel (pexels.com/Field Engineer)

Kades berharap, dengan adanya kejadian ini agar dijadikan sebagai pelajaran bagi petani sehingga tidak lagi menggunakan perangkap babi beraliran listrik di lahan jagung. Selain membahayakan diri sendiri, perangkap listrik juga dapat mengancam keselamatan orang lain.

"Hampir semua petani di sini pakai perangkap babi beraliran listrik untuk melindungi lahan jagung, padahal kematian seperti ini hampir setiap tahun terjadi di Parado. Tahun 2024 saja, 2 orang yang meninggal," pungkasnya.

Editorial Team