Tim Medis NTB yang dikirim membantu korban banjir di Aceh Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Hadi juga menyampaikan bahwa keberangkatan personel kali ini mengandalkan kekuatan sumber daya manusia. Disebutkan, dukungan anggaran telah lebih dulu disalurkan untuk menunjang operasional di lokasi bencana.
“Mereka berangkat tanpa membawa logistik besar, hanya manusianya. Nanti akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, termasuk urusan kesehatan dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dia menekankan kepada personel yang dikirim pentingnya pemetaan wilayah terdampak, agar tidak ada warga terisolasi dan luput dari penanganan. Keterlambatan respons dinilai berisiko besar bagi keselamatan masyarakat.
“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan, tidak tertangani saat sakit, atau terisolasi. Itu yang paling berbahaya,” tegasnya.
Ke depan, Polda NTB membuka peluang pengiriman personel tambahan, jika kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan lanjutan.
“Kalau masih dibutuhkan, kami siap kirim lagi, yang terpenting masyarakat bisa tertolong dan proses pemulihan berjalan dengan baik,” pungkas Hadi.
Sebelumnya, Pemprov NTB juga telah mengirim 32 tim medis dan tagana ke Aceh Utara pada akhir pekan lalu. Mereka membawa bantuan obat-obatan dan peralatan medis.
Selain itu, Pemprov NTB juga memberikan bantuan dana lewat dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3 miliar untuk Pemprov Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Masing-masing Pemda terdampak bencana diberikan bantuan sebesar Rp1 miliar.