Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (www.unesa.ac.id)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (www.unesa.ac.id)

Kupang, IDN Times - Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamankan dan menginterogasi OMT (56) atas kematian istrinya berinisial PS (52). Istrinya ditemukan warga Desa Timau di kawasan Hutan Oelkaka, Dusun IV, Senin pagi (5/5/2025).

Jasad PS saat ditemukan dalam kondisi tergantung pada sebuah pohon di dalam hutan itu. Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, melalui Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Yeni Setiono, membenarkan adanya perkembangan kasus ini.

"Jenazah korban ditemukan kemarin malam di hutan di belakang rumahnya dan suami dari korban telah kita ambil keterangan," terangnya, Rabu (7/5/2025).

1. Keanehan pada jenazah

Ilustrasi mayat (Foto: IDN Times)

Jenazah PS ditemukan sekitar 50 meter dari rumahnya. Mayatnya dalam posisi jongkok dengan lutut menyentuh tanah.

Yeni yang memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) menyebut ada kejanggalan lain. Ada bercak darah di kepala korban dan tali yang digunakan dalam simpul hidup. Kondisi mayat PS ini menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan sebelum meninggal. 

“Meski secara kasat mata tampak seperti kasus bunuh diri, namun adanya luka di kepala korban yang diduga akibat pukulan benda tumpul menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut,” ujar dia.

2. TKP masih utuh

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Ia mengatakan TKP masih utuh atau tidak terkontaminasi karena warga membiarkan jenazah saat pertama kali ditemukan. Warga lalu menghubungi aparat Desa Timau dan Polsek Amfoang Utara. Kemudian pihak kepolisian datang bersama tenaga medis dari Puskesmas Soliu.

Pihaknya pun mengevakuasi jenazah, memasang garis polisi di TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi. Hasil penyelidikan ini menguatkan kematian korban diduga akibat penganiayaan.

Menurut kesaksian anak korban HT (20), korban terlihat di belakang rumah, Selasa (5/5/2025) sekitar pukul 00:01 WITA. HT melihat korban ketika sedang bermain kartu bersama kerabat lain.

HT lalu ke rumah tetangga dan ketika pulang tidak lagi bertemu korban. Ia lalu mengajak ayahnya kemudian menyisir di belakang rumah. Mereka menyusuri hutan itu menggunakan senter untuk mencari korban.

3. Polisi periksa suami korban

Ilustrasi hukum. (IDN Times/Mardya Shakti)

Suami korban kini diperiksa terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan pembunuhan ini. Ia menyampaikan penyidik Reskrim Polres Kupang telah berkolaborasi dengan Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus Beribe.

"Ini dilakukan guna mendalami dugaan keterlibatan pihak lain termasuk suami korban yang memiliki motif melakukan penganiayaan sebelum kematian Paulina," kata dia.

Sementara jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk proses autopsi oleh Tim Inafis Polres Kupang.

Editorial Team