Salah satu kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali menuju Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Meski aktivitas penyeberangan kapal penyeberangan lintas Lembar-Padangbai tetap beroperasi normal, pihaknya mengingatkan operator kapal agar memperhatikan aspek keselamatan. Mulai dari batas muat kapal, jumlah penumpang hingga memperhatikan kondisi cuaca terkini.
"Kepada operator, pemuatan di atas kapal harus diperhatikan. Terus jumlah penumpang yang naik di atas kapal juga harus diperhatikan. Sama kondisi cuaca juga selalu diperhatikan sebelum kapal berangkat," tandasnya.
BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Prediksi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB berlaku mulai Rabu (21/1/2026) pukul 08.00 WITA hingga Kamis (22/1/2026) pukul 08.00 WITA.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Annisa Fauziah mengatakan tinggi gelombang laut di wilayah perairan NTB mulai dari 1,25 meter hingga 6 meter. Gelombang laut kategori sangat tinggi berpotensi terjadi di wilayah perairan Samudera Hindia Selatan NTB yang mencapai 4 hingga 6 meter.
Dia merincikan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB yang didominasi gelombang laut kategori tinggi. Untuk wilayah perairan Samudera Hindia Selatan NTB dengan kategori sangat tinggi, dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter. Kemudian lima wilayah perairan NTB dengan tinggi gelombang kategori tinggi, yakni gelombang laut mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Lima wilayah perairan itu antara lain Selat Lombok bagian Utara, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian Selatan. Sedangkan tinggi gelombang laut kategori sedang, yaitu mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Selat Alas bagian Utara dan Selat Sape bagian Utara.