Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid ke NTB meninjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi PON Nusa Tenggara 2028. (dok. Istimewa)
Pada April lalu, KONI DKI Jakarta secara khusus melakukan kunjungan strategis ke NTB untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur serta akomodasi yang akan digunakan oleh para atlet dan official pada perhelatan PON Nusa Tenggara 2028. Ketua KONI NTB H Mori Hanafi, mengungkapkan bahwa rombongan dari Jakarta diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas pendukung.
Mulai dari hotel berbintang yang disiapkan untuk menginap, hingga pengecekan mendalam ke sejumlah calon venue PON 2028. Langkah ini menjadi krusial agar standar kualitas sebagai tuan rumah PON 2028 tetap terjaga dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh delegasi.
"Kita tidak boleh gagal sebagai tuan rumah PON 2028. Persiapan ini sangat serius. Karena itu, sinergi antara NTB, NTT, dan KONI DKI Jakarta harus terus dipupuk. Koordinasi rutin wajib kita lakukan minimal dua bulan sekali," kata Mori.
Tak hanya sekadar meninjau, KONI DKI Jakarta bersama tuan rumah juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai standar penyelenggaraan. Apalagi, posisi Jakarta daerah penyangga PON kini sangat krusial. DKI Jakarta diproyeksikan akan menggelar 14 cabang olahraga (cabor) yang sarana prasarananya mungkin belum sepenuhnya siap di wilayah NTB maupun NTT.
Peran Jakarta sebagai daerah penyangga PON 2028 bukan sekadar pelengkap. Dengan fasilitas olahraga berstandar internasional yang sudah mapan, Jakarta memiliki tanggung jawab penuh selayaknya tuan rumah. Hal ini meliputi aspek kesehatan, keamanan, hingga manajemen akomodasi atlet yang akan bertanding di ibu kota selama gelaran PON Nusa Tenggara XXII/2028.
Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid, menekankan bahwa sesuai arahan Gubernur DKI, pihaknya siap memberikan dukungan total. Jakarta sebagai daerah penyangga PON maka seluruh elemen di Jakarta akan menyokong penuh kebutuhan yang belum terakomodasi di lokasi utama. Jika ada kekurangan venue PON 2028 di daerah, Jakarta siap menjadi "sekoci" penyelamat dengan infrastruktur yang sudah mantap dan hanya memerlukan sedikit renovasi ringan.
Pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam juga menjadi poin utama dalam pembahasan. Sinergi yang kuat antara NTB, NTT, dan KONI DKI Jakarta diharapkan mampu memetakan pembagian beban kerja secara profesional. Dengan waktu persiapan efektif yang tersisa sekitar dua tahun lagi, keberlanjutan program antara tuan rumah dan Jakarta daerah penyangga PON menjadi harga mati.