Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov NTB Ajukan Anggaran Rp355 Miliar untuk Renovasi Venue PON 2028
GOR 17 Desember Turida Kota Mataram tampak depan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemerintah Provinsi NTB mengajukan anggaran Rp355 miliar ke Kementerian PU untuk renovasi dan penataan venue PON 2028 yang akan dimulai pada tahun 2027.
  • Pembagian cabang olahraga antara NTB, NTT, dan DKI Jakarta masih dalam tahap finalisasi karena beberapa cabor mengalami tarik ulur lokasi pelaksanaan.
  • KONI DKI Jakarta meninjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi di NTB serta berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan PON 2028 melalui koordinasi rutin dan sinergi lintas daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp355 miliar pada tahun 2027 untuk menyiapkan venue PON Nusa Tenggara 2028. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian PU dan KONI beberapa hari lalu.

"Kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat Rp355 miliar untuk tahun 2027, nanti di 2028 lain lagi. Sudah masuk usulan kita," kata Nelly dikonfirmasi di Mataram, Jumat (8/5/2026).

1. Anggaran untuk penataan venue PON 2028 di NTB

ilustrasi rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Nelly menjelaskan anggaran sebesar Rp355 miliar yang diajukan untuk penataan venue PON pada tahun 2027. Sedangkan untuk tahun 2028, dia belum menyebutkan nominal anggaran yang diajukan.

Namun, mengacu pada PON Aceh-Sumut, renovasi venue dari Kementerian PU cukup besar. Dia juga menjelaskan anggaran sebesar Rp355 miliar yang diajukan itu, dari NTB saja, belum termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Anggaran Rp355 miliar yang diajukan untuk penataan venue di NTB saja," kata dia.

2. Masih ada tarik ulur beberapa cabor yang dilaksanakan di NTB dan NTT

Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Nelly menegaskan bahwa NTB dan NTT sudah siap menjadi tuan rumah PON 2028. NTB dan NTT menggandeng DKI Jakarta untuk pelaksanaan PON 2028. Sejumlah cabang olahraga (cabor) yang tidak memiliki venue di NTB dan NTT akan dilaksanakan di DKI Jakarta.

Nelly mengungkapkan sudah dilakukan pembagian cabor yang dilaksanakan di NTB, NTT dan DKI Jakarta. Namun, pembagian cabor tersebut belum final karena masih ada beberapa cabor yang tempat pelaksanaanya tarik ulur. Seperti cabor surfing, rencananya akan dilaksanakan di NTT. Tetapi setelah pengurus pusat cabor tersebut melihat venue di NTT, mereka lebih tertarik melaksanakannya di NTB..

"Intinya kita oke-oke saja karena beberapa kendala, memang rupanya PB Pusat betul-betul mempertimbangkan venue itu betul-betul harus clear and clean. Jadi kita masih menunggu," kata dia.

3. KONI DKI Jakarta tinjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi

Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid ke NTB meninjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi PON Nusa Tenggara 2028. (dok. Istimewa)

Pada April lalu, KONI DKI Jakarta secara khusus melakukan kunjungan strategis ke NTB untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur serta akomodasi yang akan digunakan oleh para atlet dan official pada perhelatan PON Nusa Tenggara 2028. Ketua KONI NTB H Mori Hanafi, mengungkapkan bahwa rombongan dari Jakarta diajak berkeliling melihat berbagai fasilitas pendukung.

Mulai dari hotel berbintang yang disiapkan untuk menginap, hingga pengecekan mendalam ke sejumlah calon venue PON 2028. Langkah ini menjadi krusial agar standar kualitas sebagai tuan rumah PON 2028 tetap terjaga dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh delegasi.

"Kita tidak boleh gagal sebagai tuan rumah PON 2028. Persiapan ini sangat serius. Karena itu, sinergi antara NTB, NTT, dan KONI DKI Jakarta harus terus dipupuk. Koordinasi rutin wajib kita lakukan minimal dua bulan sekali," kata Mori.

Tak hanya sekadar meninjau, KONI DKI Jakarta bersama tuan rumah juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai standar penyelenggaraan. Apalagi, posisi Jakarta daerah penyangga PON kini sangat krusial. DKI Jakarta diproyeksikan akan menggelar 14 cabang olahraga (cabor) yang sarana prasarananya mungkin belum sepenuhnya siap di wilayah NTB maupun NTT.

Peran Jakarta sebagai daerah penyangga PON 2028 bukan sekadar pelengkap. Dengan fasilitas olahraga berstandar internasional yang sudah mapan, Jakarta memiliki tanggung jawab penuh selayaknya tuan rumah. Hal ini meliputi aspek kesehatan, keamanan, hingga manajemen akomodasi atlet yang akan bertanding di ibu kota selama gelaran PON Nusa Tenggara XXII/2028.

Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid, menekankan bahwa sesuai arahan Gubernur DKI, pihaknya siap memberikan dukungan total. Jakarta sebagai daerah penyangga PON maka seluruh elemen di Jakarta akan menyokong penuh kebutuhan yang belum terakomodasi di lokasi utama. Jika ada kekurangan venue PON 2028 di daerah, Jakarta siap menjadi "sekoci" penyelamat dengan infrastruktur yang sudah mantap dan hanya memerlukan sedikit renovasi ringan.

Pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam juga menjadi poin utama dalam pembahasan. Sinergi yang kuat antara NTB, NTT, dan KONI DKI Jakarta diharapkan mampu memetakan pembagian beban kerja secara profesional. Dengan waktu persiapan efektif yang tersisa sekitar dua tahun lagi, keberlanjutan program antara tuan rumah dan Jakarta daerah penyangga PON menjadi harga mati.

Editorial Team