Kupang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menyatakan keseriusan dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas Indonesia–Timor Leste. Hal itu ditandai dengan pembukaan Lokakarya Awal Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) DAS lintas negara atau Joint Forestry Working Group (JFWG) oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, di Aula Hotel King Star Atambua, Senin (23/2/2026).
Vicente menegaskan DAS telah berperan vital bagi kedua wilayah sebagai penopang kehidupan serta menjaga keseimbangan ekosistem.
“DAS adalah tulang punggung kehidupan karena menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang vital bagi pertanian, kebutuhan air bersih, hingga menjaga keseimbangan ekosistem dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
