Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Timor Tengah Utara Sewa Pesawat untuk Penerbangan Perdana
Bupati TTU Falentinus D. Kebo di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Pemerintah TTU menyewa pesawat untuk penerbangan perdana di Bandara Sasi, menghidupkan kembali bandara yang sempat aktif pada era 1970-an.
  • Bandara ini diaktifkan untuk memperkuat akses transportasi udara dan mendukung wilayah perbatasan RI–RDTL, sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan.
  • Landasan pacu sepanjang 700–800 meter disiapkan dengan potensi perluasan hingga 2.200 meter agar dapat menampung pesawat besar seperti Boeing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara menyewa pesawat untuk penerbangan perdana di Bandara Sasi, yang akan menandai pengaktifan kembali bandara daerah tersebut setelah tidak beroperasi sejak era 1970-an.
  • Who?
    Bupati Timor Tengah Utara Falentinus D. Kebo bersama Pemerintah Daerah TTU bekerja sama dengan pihak ketiga penyedia pesawat yang juga beroperasi di Kupang.
  • Where?
    Penerbangan perdana akan dilakukan di Lapangan Terbang Sasi, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, wilayah perbatasan RI–RDTL.
  • When?
    Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026, dengan persiapan dan pembangunan fasilitas pendukung seperti pagar bandara sedang dikerjakan saat ini.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan akses transportasi udara di wilayah perbatasan serta mendukung kebutuhan strategis dan pertahanan daerah Timor Tengah Utara.
  • How?
    Pemerintah TTU menyewa pesawat sendiri melalui kerja sama dengan operator dari Kupang, menyiapkan landasan pacu sepanjang 700–800 meter yang dapat diperluas hingga 2.200 meter sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bupati Falentin di Timor Tengah Utara mau buka lagi bandara lama di Sasi. Pemerintah sewa pesawat buat terbang pertama nanti. Nama orang yang naik pesawat pertama akan ditulis di batu kenangan di bandara itu. Bandara ini dekat perbatasan dan biar orang bisa naik pesawat lebih mudah. Sekarang mereka siapin landasan dan pagar dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Falentinus D. Kebo akan mengaktifkan bandara daerah di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bandara ini direncanakan melayani penerbangan komersial perintis dengan panjang landasan pacu sekitar 700 meter.

Falent mengatakan penerbangan perdana bakal dilakukan di lokasi Lapangan Terbang Sasi dengan pesawat yang disewa oleh Pemerintah TTU. Langkah ini disebut menghidupkan kembali bandara di TTU yang pernah beroperasi pada era 1970-an.

1. Abadikan manifes pertama

Bupati TTU Falentinus D. Kebo di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pada penerbangan perdana ini Pemda TTU telah menyewa pesawat yang mana disebutnya melalui bekerja sama dengan pengelola yang juga beroperasi di Kupang.

"Sementara kita punya sendiri. Pesawat TTU punya. Kita tidak pakai pesawat dari lain nanti ribet jadi kita sewa pesawat sendiri bekerja sama dengan pihak ketiga," jawab dia saat diwawancarai di Kupang, Jumat (15/5/2026).

Momen bersejarah itu juga akan dicatat dalam monumen khusus. Ia menyebut nama-nama para penumpang pada manifes pendaratan perdana itu akan dicatat dan diletakkan di area bandara daerah ini.

"Jadi akan diabadikan dalam prasasti untuk penumpang pertama dan selamanya akan tertera di bandara itu," tambahnya.

2. Tepat di area perbatasan RI-RDTL

Bupati TTU Falentinus D. Kebo tinjau landasan pacu pengembangan bandara. (Dok Prokopim TTU)

Aktifnya bandara daerah ini, kata dia, guna menjawab keterbatasan akses transportasi udara. Saat ini bandara terdekat ada di Kabupaten Belu yang melayani penerbangan tiga kali dalam seminggu. Selain itu juga operasional ini telah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Perhubungan

"Sudah sesuai rekomendasi dari kementerian. Jadi kita tidak mau mendahului sebelum rekomendasi dari kementerian selesai, khawatir dicabut kalau ada apa-apa," kata dia lagi.

Kehadiran bandara ini juga untuk menjawab urgensi pembangunan perbatasan ini yang mana TTU yang menjadi area perbatasan Republik Indonesia (RI) - Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Selain untuk posisi yang strategis, keberadaan bandara ini juga untuk menjawab kebutuhan pertahanan.

"Kita dikasih kesempatan karena sebagai wilayah perbatasan yang aksesnya bisa digunakan setiap saat," tandasnya.

3. Perluasan memungkinkan untuk Boeing

Bupati TTU Falentinus D. Kebo tinjau landasan pacu pengembangan bandara. (Dok Prokopim TTU)

Untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan lahan buat landasan pacu sepanjang 700–800 meter. Nantinya landasan pacu ini bisa mengalami perluasan sehingga memungkinkan bagi kapasitas pacu pesawat jenis boeing. Sementara

"Dan ini bisa dilebarkan, karena kita masih punya ruang ke 2.200 meter lagi sehingga Boeing dan lain sebagainya bisa turun," tambahnya.

Pengerjaan bandara ini akan segera selesai dan direncanakannya sudah dapat digunakan mulai bulan Juni mendatang.

"Bulan depan sudah beroperasi dan sementara kita bangun pagarnya dulu," lanjut Falent.

Editorial Team