Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Barat, IDN Times - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyoroti masih minimnya tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Padahal, potensi pariwisata NTB tidak kalah dengan Bali.

Komisi yang membidangi pariwisata ini mengatakan berwisata ke NTB mahal, sehingga wisatawan lebih memilih daerah lainnya. Faktor yang menyebabkan mahalnya berwisata ke NTB karena konektivitas di darat yang belum terbangun.

Dia mengatakan biaya transportasi udara maupun laut menuju Lombok sekarang sudah cukup terjangkau. Namun, ketika wisatawan sudah sampai di bandara dan pelabuhan, belum ada transportasi umum yang murah menuju destinasi wisata unggulan di NTB.

"Sebenarnya harga tiket pesawat yang menuju ke Lombok ini mulai murah. Contoh dari Surabaya ke Lombok harganya sudah Rp600 ribu. Dari Jakarta ke Lombok sekitar Rp800 ribu sampai Rp1juta," ujarnya.

"Cuma yang mahal adalah integrasi transportasi daratnya. Dimana begitu sampai di bandara. Mereka tidak bisa naik bus menuju destinasi wisata. Akhirnya mereka naik taksi dengan tarif sudah mendekati Rp300 ribu," tambah Bambang usai mengunjungi Taman Narmada, Lombok Barat, Kamis (1/5/2025).

1. Biaya transportasi darat menuju destinasi wisata mahal

Ilustrasi wisatawan kapal DLU saat tiba di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bambang menyebutkan biaya yang dikeluarkan wisatawan jika naik taksi dari bandara menuju destinasi wisata seperti ke Sembalun Lombok Timur hampir mendekat harga tiket pesawat Surabaya - Lombok. Sehingga bisa dibayangkan betapa mahalnya berwisata ke Lombok.

"Untuk menuju situs bersejarah atau tempat wisata alam misalnya ke Sembalun lebih mahal lagi. Bisa dibayangkan berapa biayanya. Padahal kalau mengelili Penang Malaysia itu tidak bayar transportasinya. Biaya Transportasi publiknya mendekati nol. Sehingga semuanya mudah dijangkau dan turis menjadi senang. Coba kita lakukan itu dengan harga murah. Pasti akan ramai wisata Lombok," sarannya.

2. Permasalahan bukan pada harga tiket pesawat dan kapal laut

ilustrasi tiket pesawat (pixabay.com/JoshuaWoroniecki)

Dia mengatakan permasalahan pariwisata Lombok bukan pada persoalan harga tiket pesawat dan kapal laut menuju Lombok. Karena menurutnya, harga tiket pesawat dan kapal laut sudah cukup terjangkau. Bahkan, dia menyebut harga tiket kapal laut dari Surabaya ke Lombok saat ini Rp200 ribuan.

"Dengan harga tiket kapal laut Rp 200 ribu dari Surabaya, orang sudah sampai ke Lombok. Cuma konektivitas daratnya yang masih memble. Sehingga masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi ataupun sewa kendaraan di sini. Sehingga pada akhirnya ongkos pariwisata di NTB berharga mahal," tuturnya.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini membandingkan biaya transportasi darat di negara lain seperti Penang Malaysia. Di sana, biaya transportasi darat cukup murah sehingga wisatawan senang liburan ke sana.

"Biaya transportasi daratnya bisa sampai seperseratus dari harga tiket pesawat. Kita harapkan konektivitas transportasi darat juga seperti itu di sini. Sehinga Lombok menjadi destinasi favorit dunia," harapnya.

3. Kemas wisata budaya NTB

Kawasan Mandalika, salah satu kawasan investasi di Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bambang menyarankan perlunya mengemas wisata budaya NTB. Dia memberikan contoh seperti situs Taman Narmada yang kaya sejarah. Dia mengatakan Taman Narmada tidak kalah dengan destinasi wisata di Bali.

Perlu ditampilkan kekayaan budaya NTB seperti tari-tarian sehingga wisatawan kapal pesiar yang berkunjung dua kali dalam sebulan semakin tertarik berkunjung ke Lombok. Dia memberikan contoh seperti Bali yang memiliki tarian kecak di Uluwatu yang berhasil menarik wisatawan ke daerahnya.

Menurutnya Lombok tidak kalah potensinya untuk menandingi wisata di Bali.

"Makanya pariwisata NTB harus dikemas dengan wisata budaya. Tambahan museum yang menampilkan sejarah kerajaan di Lombok ditunjukkan ke wisatawan mancanegara," sarannya.

Editorial Team