Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Dok. Istimewa)
Sebelumnya, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengatakan calon Sekda NTB sudah mengerucut pada tiga nama. Isvie tak mempersoalkan Sekda NTB "impor" yang belakangan mencuat. Sekda "impor" merupakan istilah calon Sekda NTB yang berasal dari luar daerah.
"Bagi kami (DPRD NTB) tidak melihat impor atau tidak. Bagi saya siapa yang bisa mengemban tugas yang akan dijalankan, apa visi misi gubernur, bagaimana komunikasi dan koordinasi, bagaimana dia paham daerah, silakan," kata Isvie dikonfirmasi di Mataram, Selasa (6/1/2026).
Baginya, siapapun calon Sekda NTB yang terpilih dari tiga besar yang diajukan ke Pemerintah Pusat merupakan orang-orang terbaik, terlepas dia berasal dari NTB maupun dari luar NTB. Politisi Partai Golkar itu menyatakan siapapun yang dipilih pemerintah pusat harus diterima. Dia mengatakan Pansel telah menjalankan tugasnya dengan baik, profesional dan sesuai aturan. Semua calon memenuhi persyaratan administratif dan kompetensinya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan kriteria calon Sekda NTB yang diinginkan untuk membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan. Dia menginginkan Sekda NTB yang bisa membenahi tata kelola pemerintahan.
"Yang jelas tata kelola. Itu akan memudahkan saya, beban saya kalau punya Sekda yang bisa membantu membenahi tata kelola pemerintahan. Sehingga saya fokus keluar. Kan kita ini visinya Makmur Mendunia. Bukan makmur saja, mendunia saja," kata Iqbal.
Untuk mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia, butuh Sekda yang kuat dalam menjaga dan membenahi tata kelola pemerintahan. Sehingga, Gubernur akan lebih banyak membangun networking, sehingga visi NTB Makmur Mendunia tercapai.
"Jadi harus ada yang memikirkan makmur dan memikirkan mendunia. Jadi harus (Gubernur) banyak keluar untuk networking, dan butuh orang (Sekda) yang kuat menjaga tata kelola pemerintahan untuk ke dalam," kata dia.