Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1767702010406.jpeg
Calon Sekda NTB saat asesmen di Kantor BKN RI di Jakarta. (dok. BKN)

Mataram, IDN Times - Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Pemprov NTB menyerahkan hasil seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (9/1/2026). Dari hasil seleksi terbuka yang dilakukan Pansel, telah mengerucut pada tiga nama yang masuk tiga besar.

Dari tiga nama yang masuk tiga besar calon Sekda NTB, dua orang berasal dari luar daerah dan satu orang pejabat Pemprov NTB. Belakangan mencuat nama Sekda "impor" yang akan menjadi komandan birokrasi di jajaran Pemprov NTB. Istilah Sekda impor merujuk pada calon Sekda NTB yang berasal dari luar daerah.

"Sudah ada tiga besar (calon Sekda NTB), yang pertama Abul Chair, yang kedua Ahmad Saufi, dan yang ketiga Ahsanul Khalik. Itu nilainya selisih sedikit di antara yang tiga itu," ungkap Ketua Pansel Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Pemprov NTB Prof. Riduan Mas'ud di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (9/1/2026).

1. Tiga besar nama calon Sekda NTB diserahkan ke Gubernur

Calon Sekda NTB saat asesmen di Kantor BKN RI di Jakarta. (dok. BKN)

Tiga besar calon Sekda NTB diserahkan ke Gubernur NTB pada Jumat (9/1/2026). Nantinya, Gubernur akan menyerahkan tiga nama calon Sekda NTB ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sesuai ketentuan yang berlaku.

Seleksi calon Sekda NTB diikuti 10 pejabat lingkup Pemprov NTB, Pemda Bima dan instansi vertikal. Adapun tiga nama yang masuk tiga besar yaitu Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Abul Chair.

Kemudian Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Ahmad Saufi. Serta Staf Ahli Bidang Sosial Dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik.

"Kami tim pansel tidak melakukan rembuk alot, sebab untuk mencari tiga besar ternyata nilai dari kami berlima itu tidak jauh beda. Sehingga kesimpulan tadi untuk mencapai tiga besar itu gak sampai dua tiga jam," terangnya.

2. Cucu Gubernur NTB pertama peroleh skor tertinggi

Kantor Gubernur NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari 10 pejabat yang ikut seleksi calon Sekda NTB, kata Riduan, semuanya punya kemampuan yang hampir sama. Hal itu terlihat dari selisih skor nilai yang diperoleh masing-masing calon hanya terpaut nol koma sekian.

Dari tiga calon yang masuk tiga besar, Abul Chair memperoleh skor paling tinggi. Disusul Ahmad Saufi dan Ahsanul Khalik. Abul Chair sendiri merupakan cucu dari Gubernur NTB pertama, Ruslan Tjakraningrat.

"Kami menegaskan tidak ada nama perwakilan, semua mereka ini, beliau-beliau itu NTB, Abul Chair itu kan cucu dari gubernur NTB pertama, Ahmad Saufi lahir di Mataram, orang Rumbuk Lombok Timur, Ahsanul Khalik lahir di Lombok Timur," kata dia.

3. DPRD NTB tak persoalkan Sekda impor

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengatakan calon Sekda NTB sudah mengerucut pada tiga nama. Isvie tak mempersoalkan Sekda NTB "impor" yang belakangan mencuat. Sekda "impor" merupakan istilah calon Sekda NTB yang berasal dari luar daerah.

"Bagi kami (DPRD NTB) tidak melihat impor atau tidak. Bagi saya siapa yang bisa mengemban tugas yang akan dijalankan, apa visi misi gubernur, bagaimana komunikasi dan koordinasi, bagaimana dia paham daerah, silakan," kata Isvie dikonfirmasi di Mataram, Selasa (6/1/2026).

Baginya, siapapun calon Sekda NTB yang terpilih dari tiga besar yang diajukan ke Pemerintah Pusat merupakan orang-orang terbaik, terlepas dia berasal dari NTB maupun dari luar NTB. Politisi Partai Golkar itu menyatakan siapapun yang dipilih pemerintah pusat harus diterima. Dia mengatakan Pansel telah menjalankan tugasnya dengan baik, profesional dan sesuai aturan. Semua calon memenuhi persyaratan administratif dan kompetensinya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan kriteria calon Sekda NTB yang diinginkan untuk membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan. Dia menginginkan Sekda NTB yang bisa membenahi tata kelola pemerintahan.

"Yang jelas tata kelola. Itu akan memudahkan saya, beban saya kalau punya Sekda yang bisa membantu membenahi tata kelola pemerintahan. Sehingga saya fokus keluar. Kan kita ini visinya Makmur Mendunia. Bukan makmur saja, mendunia saja," kata Iqbal.

Untuk mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia, butuh Sekda yang kuat dalam menjaga dan membenahi tata kelola pemerintahan. Sehingga, Gubernur akan lebih banyak membangun networking, sehingga visi NTB Makmur Mendunia tercapai.

"Jadi harus ada yang memikirkan makmur dan memikirkan mendunia. Jadi harus (Gubernur) banyak keluar untuk networking, dan butuh orang (Sekda) yang kuat menjaga tata kelola pemerintahan untuk ke dalam," kata dia.

Editorial Team